Pantau Operasi Pasar LPG 3 Kg di Kab Agam, Hiswana Migas Pastikan Tepat Sasaran 

oleh -154 Dilihat

Lubuk Basung,-— Guna menangkal isu kelangkaan gas LPG 3 kg di daerah Lubuk Basung, Sumatra Barat, Ujang Kencana dan Heru Syafrudin dari Hiswana Migas memantau langsung ke lapangan di salah satu titik operasi pasar gas LPG 3 kg, Surau Lakuak, sei. Jariang , Kecamatan Lubuk Basung, Wilayah Kab. Agam Kamis (8/6).

Dari pantauan media yang ikut langsung ke lokasi tampak pendistribusian tabung gas LPG 3 Kg berjalan lancar dan masyarakat tampak antusias berdatangan silih berganti ke lokasi pangkalan guna membeli tabung gas tersebut.

Ujang Kencana, Hiswana Migas mengatakan untuk alokasi pendistribusian tabung gas ini dilakukan dari agen kepada pangkalan-pangkalan di titik titik pemukiman penduduk sehingga target tepat sasaran.

“Pertamina sangat mengakomodir kebutuhan masyarakat miskin di pemukiman dengan menyalurkan kebutuhan tabung gas LPG 3 kg. Dimana dalam operasi pasar ini masyarakat yang membawa KTP/KK bisa mendapatkan maksimal 2 tabung gas LPG 3 kg dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 17.900” ujar Ujang.

Disamping itu Heru Syafrudin dari Hiswana Migas menambahkan bahwa penyaluran distribusi tabung gas LPG 3 kg ini sebanyak 80 persen untuk rumah tangga dan 20 persen untuk pedagang.

“Pertamina memastikan alokasi gas LPG 3 Kg, 80 persen untuk kebutuhan rumah tangga dan 20 persen sisanya untuk pedagang” ungkap Heru.

Weni dari PT. Syafrial Gasindo Sejati, agen penyalur gas LPG 3 Kg membawa sebanyak 560 tabung gas elpiji 3 kg yang dibagikan ke 2 titik operasi pasar di Lubuk Basung yakni pangkalan Buya Azzam di Jl. Diponegoro 22B Monggong dan pangkalan Irwandi
di Jl. Pemuda Pasar Beringin Jorong 2, Lubuk Basung , Agam.

Buya Azzam pemilik pangkalan menyampaikan selama ini dalam penjualan tabung gas masih berjalan stabil namun ia berharap dalam prosesnya, ia ingin pertamina memberikan kartu khusus untuk pembeli masyarakat miskin yang telah terdata, sehingga bisa lebih memastikan bahwa yg membeli ini memang tepat sasaran bukan para pedagang yang ingin menjual kembali tabung gas dengan harga diatas harga HET. (monsis)