PLN Bungkam Soal EVP Ngamuk Bawa Parang di Cinere

oleh -411 Dilihat
oleh

JAKARTA,KLIKSIAR— PT PLN (Persero) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan soal pasokan listrik, melainkan dugaan keterlibatan salah satu pejabat tingginya dalam aksi kekerasan bersenjata tajam di Cinere, Depok.

Grafik sentimen negatif terhadap PLN di bawah kepemimpinan Darmawan Prasodjo diprediksi terus meningkat. Sorotan tajam publik tak terbendung, menyusul beredarnya video viral yang memperlihatkan aksi pengeroyokan di Jalan Cinere Raya, Depok, Jawa Barat. Video tersebut diunggah akun Instagram @depok24jam pada Minggu, 26 Oktober 2025.

Dalam rekaman itu, tampak seorang pria berbaju merah mengamuk sambil mengacungkan parang panjang. Sosok tersebut diduga kuat adalah Chorinus Eric Nerokou, Executive Vice President (EVP) PLN, sebagaimana disebut dalam rilis Polres Metro Depok.

Upaya konfirmasi kepada Dirut PLN Darmawan Prasodjo dan Direktur Legal & Humas Capital PLN Yusuf Didi Setiarto tidak membuahkan hasil. Keduanya memilih bungkam. Namun, sumber internal PLN menyebutkan bahwa Darmawan langsung menggelar rapat mendadak bersama jajaran manajemen atas dan General Manager se-Indonesia.

Tujuan rapat tersebut, menurut sumber, adalah menyatukan persepsi dan menyusun strategi penyelamatan citra korporasi. “Arahan jelas, semua harus satu suara: bahwa pria dalam video bukanlah CEN. Semua berita yang beredar disebut hoaks,” ungkap sumber di kantor pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Bahkan, CEN disebut diminta menyangkal keterlibatannya dalam video tersebut. “Semua manajemen atas diminta tidak mengakui bahwa orang dalam video itu adalah EVP PLN,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budhi Hermanto memastikan bahwa kasus tersebut telah diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice (RJ). “Perkara dicabut oleh pelapor, dilakukan perdamaian antar kedua belah pihak,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).

Meski video menunjukkan penggunaan senjata tajam, Buher menegaskan bahwa RJ dapat diterapkan selama tidak ada luka berat atau kematian, dan perdamaian dilakukan atas dasar kesepakatan kedua pihak tanpa paksaan.

Ia juga membantah bahwa RJ diberikan karena pelaku merupakan pejabat tinggi di PLN. “Tidak ada perlakuan khusus. Semua sesuai ketentuan,” tegasnya.

Namun, ketika ditanya soal penyidikan terhadap senjata tajam, Buher menyebut bahwa penyidik belum masuk ke ranah tersebut. “Penyidik masuk dari perkara awal dan tidak menyidik terkait sajam,” katanya.

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi menjelaskan bahwa konflik bermula dari cekcok antara pengemudi mobil Ford dan seorang jukir. Kata-kata kasar berujung pemukulan, lalu parang keluar dari mobil.

Dua pelaku, CEN dan SPN, ditangkap di Limo, Cinere, Depok. Barang bukti yang disita antara lain dua bilah parang, satu bambu panjang hampir dua meter, serta mobil Ford Everest bernopol B 1444 ZJD.

Kini publik menanti kejelasan apakah PLN akan jujur menghadapi badai ini, atau terus berlindung di balik narasi korporasi. (KA)