Tidak Ada Aturan AD ART Yang Membatasi Masa Jabatan Ketua IJTI, John Nedy Kambang Masih Punya Peluang

oleh -3 Dilihat

Padang,—Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pengurus Daerah Sumatra Barat, pekan kedua Agustus 2022 akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) yang ke Empat. Tiga nama
sudah meramaikan bursa bakal calon ketua IJTI Sumbar untuk periode kepemimpinan 2022 hingga 2026. Lalu, bagaimana dengan petahana John Nedy Kambang, masih majukah?.

Afriyandi, salah satu pendiri IJTI Sumatra Barat menegaskan bahwa, tidak ada satupun narasi dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) IJTI yang melarang atau membatasi masa jabatan ketua IJTI. Artinya, peluang Koresponden CNN Indonesia TV itu untuk kembali dicalonkan, dipilih dan dilantik lagi sebagai ketua IJTI Sumbar, masih terbuka lebar.

“John sudah dua periode menjabat sebagai ketua IJTI Sumbar. Tapi, jika yang bersangkutan masih bersedia mencalonkan diri atau dicalonkan sebagai salah satu kandidat, maka masih bisa. AD ART kita, tidak melarang atau membatasi masa jabatan ketua,”kata Afriyandi, kepada padang.viva.co.id Jumat 8 Juli 2022 .

Dimata Kontributor Metro TV ini, trek record Jhon Nedy Kambang menakhodai IJTI Sumbar selama enam tahun terakhir ini, cukup bagus. John, mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh jurnalis televisi. Tidak hanya di Sumatra Barat, namun juga di lintas Nusantara. Perihal ada yang suka dan tidak suka dengan gaya kepemimpinan John, bagi Afriyandi itu adalah hal yang biasa.

“John selama ini cukup bagus memimpin IJTI Sumbar. Rapat terakhir kita waktu bulan puasa kemarin, John bahkan berkeinginan mengadakan iven jambore jurnalis televisi se Sumatra,”ujar Afriyandi.

Ditarik kebelakang kata Afriyandi, banyak prestasi yang ditorehkan John sebagai ketua IJTI Sumbar. Salah satu contohnya, John menginisiasi konferensi pers virtual di masa pagebluk Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 yang kemudian diikuti banyak lembaga kepemerintahan sebagai bentuk antisipasi penularan Covid-19. Dan itu, dilakukan John atas nama IJTI Sumatra Barat.

“Mungkin jika dilihat kondisi sekarang, ini bukan satu hal yang besar. Tapi ketika itu dijalankan di masa pandemi, ini sangat membantu program pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19. Teman-teman jurnalis sangat terbantu, karena meski berada dirumah, mereka tetap bisa bekerja dan berinteraksi dengan banyak narasumber. Sehingga, lalu lintas informasi di Sumbar tidak terputus,”ujar Afriyandi.

Lalu kata Afriyandi, apakah John bersedia dicalonkan atau mencalonkan diri lagi?, kita lihat saja nanti. Yang jelas, sudah ada tiga nama yang siap bertarung merebut kursi jabatan ketua IJTI Sumatra Barat. Terlepas siapa nanti yang terpilih, sebagai salah satu pendiri saya berharap IJTI Sumbar kedepan akan lebih baik lagi dari masa kini.