80 Tim Penuhi Kuota, Lomba Lintas Alam Harimau Kuranji Kembali Digelar

oleh -821 Dilihat
oleh

Padang,KLIKSIAR— Malam ini, semangat anak muda Sumatera Barat kembali diuji. Sebanyak 80 tim resmi terdaftar dalam Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji yang digelar untuk keempat kalinya. Kegiatan ini digagas oleh Evi Yandri Rajo Budiman bersama Kelompok Pecinta Alam BIAS, dan menjadi magnet bagi generasi muda pecinta alam dan sejarah perjuangan.

Hingga Jumat malam, tercatat 62 tim telah mendaftar. Namun menjelang tengah malam, jumlah peserta melonjak hingga 80 tim, menandakan antusiasme luar biasa sekaligus memenuhi kuota maksimal. Lomba ini mengambil titik awal di halaman SMP Negeri 3 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

Rencananya, lomba akan dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat melalui pokok pikiran Evi Yandri Rajo Budiman.

Etape pertama dimulai dari Batang Anai menuju perbukitan di perbatasan Kasang dan Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang. Para peserta akan bermalam di kawasan Sungai Bangek pada Sabtu malam, 23 Agustus.

Total hadiah yang disiapkan mencapai 103 juta rupiah. Selain lomba lintas alam, panitia juga menggelar kompetisi konten kreator terbaik yang mampu menangkap semangat perjuangan selama perjalanan.

Ketua KPA BIAS, Khalid Syaifullah, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang hiking. Ini adalah wadah untuk menyalurkan minat dan bakat generasi muda pecinta alam, sekaligus mengenalkan kembali sejarah perjuangan Harimau Kuranji di bawah komando Ahmad Husein, pendiri Divisi Banteng.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, menyampaikan bahwa lomba ini bertujuan menanamkan semangat nasionalisme, bela negara, dan kepedulian terhadap lingkungan, sosial, serta budaya. Ia berharap generasi muda semakin mencintai tanah air dengan mengenang jejak perjuangan rakyat Sumbar, khususnya masyarakat Pauh IX Kuranji.

Lebih dari sekadar lomba, ini adalah perjalanan menyusuri sejarah, menyerap nilai-nilai perjuangan, dan mempererat tali persaudaraan antar generasi muda. Sebuah langkah kecil dengan makna besar untuk menjaga warisan semangat juang yang tak boleh padam. (Adh)