PADANG,KLIKSIAR— Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang akhirnya mengambil langkah tegas: membubarkan panitia Rapat Kerja (Raker) dan mengalihkan seluruh energi organisasi untuk mendukung program unggulan Pemerintah Kota Padang, “Smart Surau”. Keputusan ini diumumkan dalam pertemuan internal di Gedung Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Padang, Sabtu (6/9/2025), yang diwarnai nuansa konsolidasi dan penegasan arah gerak organisasi.
Ketua Harian DMI Padang, Syahrial Nadir, tampil lugas menyampaikan laporan akhir Raker yang digelar 29 Juli lalu. Ia tak hanya memaparkan hasil rumusan program kerja, tapi juga menyodorkan satu pesan kunci: DMI harus punya posisi strategis dalam menyukseskan Smart Surau, program yang digagas Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir.
“Smart Surau bukan sekadar program. Ini panggilan zaman. DMI tak boleh gamang, harus berdiri di garis depan,” tegas Syahrial, yang juga melaporkan kondisi keuangan panitia secara transparan dari pemasukan hingga pengeluaran.
Tak berhenti di situ, Syahrial juga menyentil perlunya penguatan kelembagaan: dari pembuatan website hingga penyediaan perlengkapan kantor. Sebuah sinyal bahwa DMI Padang sedang berbenah, bukan sekadar ikut arus.
Namun sorotan utama datang dari Maigus Nasir, Wakil Wali Kota Padang sekaligus Ketua Umum DMI Kota Padang. Dalam pidato penutupnya, Maigus tak ragu menyebut DMI sebagai “garda terdepan” dalam menyukseskan Smart Surau. Ia bahkan membeberkan struktur program yang akan diperkuat dengan Satgas di berbagai level—kota, kecamatan, kelurahan, hingga pengelola masjid dan musala.
“Panitia Raker kita bubarkan. Sekarang saatnya kerja nyata. Konsolidasi dan sosialisasi harus jalan. Kita tak boleh gagal,” ujar Maigus, menutup pertemuan dengan nada optimistis dan doa penuh harap.
Langkah DMI Padang ini bukan sekadar administratif. Ini adalah pernyataan politik organisasi: bahwa mereka siap menjadi mitra strategis Pemko Padang dalam membangun peradaban berbasis masjid. Smart Surau bukan hanya program, tapi medan juang. (***)









