Danantara Dibentuk, Akhiri Era BUMN Jalan Sendiri

oleh -16 Dilihat
oleh

JAKARTA,KLIKSIAR – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan lahirnya Danantara sebagai jawaban atas lemahnya sinergi antar-BUMN selama puluhan tahun.

Menurut Dony, selama ini BUMN berjalan sendiri-sendiri tanpa keterhubungan yang jelas. “Sebelum ada Danantara, BUMN seperti BRI, Mandiri, Pertamina, dan lainnya tidak punya interkorelasi. Semua melapor langsung ke Menteri Keuangan,” ujarnya dalam podcast Bukan Kaleng-Kaleng yang tayang 10 Juni 2026.

Pola silo itu, kata Dony, melahirkan masalah serius. Banyak BUMN merambah bisnis di luar inti usaha. Pertamina misalnya, selain minyak dan gas, punya ratusan anak usaha dari hotel, travel agent, rumah sakit hingga asuransi. Telkom pun demikian, dengan anak perusahaan di luar telekomunikasi.

Akibatnya, ketika satu perusahaan kesulitan, tidak ada mekanisme dukungan dari BUMN lain. Dony mencontohkan Krakatau Steel yang pernah ia kunjungi saat menjabat Wakil Menteri BUMN. “Pabrik utama tak beroperasi, karyawan menyusut, utang Rp28 triliun. Kondisinya sangat berat,” katanya.

Sebelum ada Danantara, penyelamatan hanya bisa lewat Penyertaan Modal Negara (PMN). Namun, PMN terbatas karena bukan instrumen bisnis. Dari pengalaman itu, lahirlah gagasan membangun Danantara sebagai sovereign wealth fund yang mengonsolidasikan kekuatan BUMN.

“Danantara bukan sekadar lembaga investasi. Ia instrumen transformasi untuk sinergi, efisiensi, dan daya saing BUMN. Kalau BUMN mau jadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional, pengelolaannya harus terintegrasi,” tegas Dony. (*)