Evi Yandri Dorong Sipakrago Jadi Media Pelestarian Budaya Minangkabau

oleh -127 Dilihat
oleh

PADANG, KLIKSIAR — Sebanyak 28 tim dari berbagai daerah di Sumatera Barat, saling unjuk kemampuan akhir pekan ini di gedung Rohana Kudus kawasan Gor Haji Agus Salim, Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

Festival Sipakrago se Sumatera Barat memasuki tahun kelima digelar oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat.

Festival berlangsung pada 11–12 Juli 2026 di Gedung Rohana Kudus dan menjadi upaya menghidupkan kembali permainan tradisional khas Minangkabau di tengah perkembangan olahraga modern.

Dalam sambutannya Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan, Sipakrago merupakan olahraga yang awalnya adalah bagian dari kecerdikan kaum pejuang untuk mengakali larangan Belanda dalam berlatih silat. Sipakrago di Kota Padang banyak dimainkan di Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo dan Kecamatan Kuranji.

“Didalam sipakrago, ada kerjasama, setiap pemain dalam satu tim akan berusaha untuk tetap memberikan umpan terbaik kepada rekannya, meski menerima bola dalam kondisi yang kurang ideal.

Permainan rago yang mengedepankan saling membantu tersebut sangat relevan diwariskan kepada generasi muda saat ini, dimana jiwa mengedepankan individu ketimbang peduli teman sekitar sudah semakin sulit ditemukan,” terang Wakil Ketua DPRD Sumbar yang menjadi kordinator mengawal pendapatan-belanja dan juga pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat ini.

Sebelum bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi, Evi Yandri Rajo Budiman juga menyebut, telah menggelar kegiatan serupa secara swadaya sejak 2016, bekerjasama dengan klub klub sipakrago di pauh sambilan dan juga didukung oleh tokoh masyarakat.

Festival Sipakrago di 2026 ini mengusung tema “Lestarikan Budaya dengan Permainan Anak Nagari Sipak Rago”.

Evi Yandri Rajo Budiman juga menyebut bahwa bukan tidak mungkin Sipakrago juga diajarkan di Sekolah Sekolah, namun begitu selain kurikulum, juga harus diperhatikan terlebih dahulu kesiapan para pegiat sipakrago untuk menjadi pelatihnya.

 

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Museum Adityawarman, Tuti Alawiyah, mengatakan Sipak Rago merupakan olahraga tradisional yang menjadi identitas budaya masyarakat Minangkabau.

Menurutnya, permainan tersebut mengandung berbagai nilai, mulai dari sejarah, sportivitas, kolaborasi, disiplin, kebersamaan, hingga seni ketangkasan.

Penyelenggaraan festival dinilai penting agar permainan tradisional tersebut tetap dikenal dan diminati generasi muda.

Pembukaan Festival Sipakrago Se-Sumbar ini juga dihadiri oleh Lurah Rimbo Kaluang, Ketua LPM Rimbo Kaluang Taufik Hidayat dan unsur muspika, serta Camat Kuranji, Rozaldi Rosman, yang berharap kegiatan serupa juga dihelat di tingkat kecamatan hingga kelurahan.

Di 2025 lalu, Putra Suba menjadi pemuncak dalam gelaran Festival Sipakrago yang dihelat di kawasan simpang Sungai Bangek, kelurahan balai gadang, Kecamatan Koto Tangah.(Adh)