Alek Panghulu Nagari Gurun 2026 Meriah, Layak Jadi Paket Wisata Budaya Luhak Nan Tuo

oleh -45 Dilihat
oleh

BATUSANGKAR,KLIKSIAR – Alek Panghulu Nagari Gurun 2026 berlangsung sukses dan meriah. Rangkaian kegiatan yang digelar sejak awal Juli hingga puncak prosesi malewakan gala dinilai layak dikembangkan sebagai paket wisata budaya unggulan di kawasan Luhak Nan Tuo.

Pakar pariwisata green tourism, Ridwan Tulus, menilai Alek Panghulu Nagari Gurun merupakan contoh penyelenggaraan kegiatan adat yang dirancang secara matang dan terintegrasi dengan konsep atraksi pariwisata budaya.

Menurutnya, perencanaan kegiatan telah dimulai sejak Juli 2025, sehingga seluruh rangkaian acara tersusun sistematis dengan melibatkan masyarakat nagari sebagai pelaku utama.

“Alek Panghulu Nagari Gurun layak menjadi model atau pionir pengemasan paket wisata budaya. Unsur adat, seni, olahraga tradisional hingga pemberdayaan UMKM dikemas dalam satu rangkaian yang saling mendukung,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pacu Jawi pada 8 Juli 2026. Koordinator Pacu Jawi Salincam, Rio Antoni, SE Dt Rajo Malano, mengatakan antusiasme masyarakat di luar perkiraan panitia.

Sebanyak 150 ekor sapi ambil bagian dalam perlombaan yang dipadati ribuan penonton dan pecinta pacu jawi.

“Ini membuktikan Nagari Gurun memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata budaya. Ke depan tinggal melengkapi fasilitas pendukung agar semakin layak dijual sebagai atraksi wisata,” katanya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lomba Baju Kurung Basiba yang dibuka istri Wakil Bupati Tanah Datar. Selain melestarikan budaya Minangkabau, kegiatan tersebut juga dinilai membuka peluang bagi pelaku UMKM sulaman dan bordir.

Perwakilan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar yang menjadi juri lomba memasak Randang Baluik menilai penguatan branding, kemasan produk serta digitalisasi pemasaran menjadi langkah penting agar produk UMKM mampu bersaing.

Berbagai permainan tradisional seperti sepak takraw dan sepak rago turut memeriahkan alek, sebelum ditutup dengan pertunjukan randai dan hiburan KIM.

Puncak kegiatan berlangsung khidmat melalui prosesi malewakan gala penghulu dan khatib di Balerong Adat Karapatan Adat Nagari Gurun.

Prosesi diawali dengan arak-arakan para penghulu dan khatib bersama sekitar 625 anak kemenakan yang diiringi talempong pacik serta talam adat.

Dalam prosesi tersebut dilewakan sejumlah penghulu dan khatib, di antaranya M. Zidan Dt Basa, Rio Antoni Dt Rajo Malano, M. Syukur Dt Gosang Rajo, Amron Dt Malano Nan Putiah, AKP Amril SH Dt Mangkuto Kayo Nan Kuniang, M. Hafidz Khatik Malano Nan Putiah dan Richi Khatik Mangkuto Kayo Nan Kuniang.

Sebelum prosesi utama, juga dilakukan pelurusan Gala Soko Dt Bangso Kayo yang menurut sejarah selama 93 tahun berada di luar garis pewarisan adat sejak 1933.

Pelurusan tersebut dilakukan berdasarkan ranji kaum, tambo adat, ranji alam, ranji tuo serta pandam pakuburan yang disaksikan anak kemenakan, kaum dan pengurus Karapatan Adat Nagari Gurun.

Ketua Karapatan Adat Nagari Gurun, Dr. H. Febby Dt Bangso Kayo, SH, SST.Par., M.Par., QRGP, CFA, menyebut pelurusan gala merupakan bentuk penegakan adat sesuai ketentuan yang diwariskan para ninik mamak.

Acara turut dihadiri 25 Ketua Karapatan Adat Nagari se-Luhak Nan Tuo, perwakilan Sarumpun Karapatan Adat Nagari (SAKATO), serta unsur lembaga adat lainnya.

Ketua Bakor KAN Sumatera Barat, Basrizal Dt Panghulu Basa, dalam sambutannya mengingatkan agar penghulu tidak meminjamkan gala soko kepada pihak lain karena dapat menimbulkan persoalan adat di kemudian hari.

Ia juga meminta pemerintah daerah dan Kantor Pertanahan berhati-hati dalam menyikapi rekomendasi kelembagaan adat, khususnya terkait penerbitan sertifikat tanah, agar mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Senada dengan itu, Sekretaris LKAAM Tanah Datar, Dt Rajo Manso, menegaskan bahwa penyelesaian persoalan adat harus berpedoman pada ranji, tambo adat dan bukti-bukti yang sah.

Sementara itu, Ketua KAN Nagari Gurun periode 2025–2030, Dr. H. Febby Dt Bangso Kayo, bersama jajaran pengurus menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah menyukseskan Alek Panghulu 2026.

Ketua Panitia, Irwan Dt Paduko Boso, mengakui sebelum pelaksanaan kegiatan sempat muncul berbagai ajakan agar masyarakat tidak menghadiri acara tersebut.

Menurutnya, berbagai bentuk intimidasi, pesan melalui media sosial maupun percakapan digital yang diduga mengandung unsur provokasi telah didokumentasikan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum apabila memenuhi unsur pelanggaran.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian alek berlangsung aman, tertib dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Ini membuktikan masyarakat tetap mengedepankan persatuan serta menghormati adat yang berlaku,” ujarnya.