Pecinta Alam Dapat Berperan Aktif Dalam Tanggap Darurat Bencana

oleh -27 Dilihat
oleh

PADANG, KLIKSIAR — Pecinta alam dapat berdampak lebih besar di tengah masyarakat selain aktivitas rutin mendaki gunung, kemping, atau pun menjaga kebersihan alam liar. Salah satunya adalah berperan dalam setiap terjadinya bencana, minimal tanggap darurat bencana saat penanggulangan bencana.

Ini disuarakan Evi Yandri Rajo Budiman, Wakil Ketua DPRD Sumbar di sela sela penutupan Kemah Bakti Pecinta Alam se Sumbar akhir pekan lalu (19/7), di Lumin Camp, Koto Tangah.

Giat kedua secara berturut-turut sejak 2025 ini, merupakan kerjasama Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat bersama KPA Bias, yang bertujuan agar Pecinta Alam tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam bertahan di alam bebas, namun juga lebih daripada itu, dapat juga membantu instansi terkait dalam penanggulangan bencana, yang memang Sumbar dikenal sebagai provinsi supermarket bencana.

“Kegiatan ini bukan sekedar kemah bakti pecinta alam agar saling mengenal dari berbagai daerah di Sumbar semata, namun lebih daripada itu, peserta juga dapat berperan lebih di kemudian hari, minimal dalam tanggap darurat bencana saat bencana alam terjadi Sumatera Barat, “sebut Evi Yandri Rajo Budimnan, saat penutupan Kemah Bakti Pecinta Alam, (19/7), sore.

Kegiatan kali ini tidak sekedar agenda rutin pengisi hari hari semata hanya karena diadakan melalui pokok pokok pikiran anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman. Ketua KPA Bias selalu panitia juga menegaskan, banyak yang didapat oleh peserta, salah satunya bagaimana manajemen waktu dan kedisiplinan, hingga teknik save and rescue mengingat pemateri memberikan contoh dan peserta mempraktekkannya dalam penanganan bencana. Mulai dari upaya pencarian korban, hingga evakuasi korban bencana.

“Kami juga akui melalui whatsapp group, saat bencana terjadi pada November – Desember lalu, para peserta di berbagai daerah, sudah mulai melakukan langkah langkah nyata penanggulangan bencana, mulai dari pendirian posko, pengiriman bantuan hingga trauma healing. Kami harapkan juga dapat berperan lebih dari itu, usai menerima pelatihan selama tiga hari ini, ” urai Khalid Saifullah ketua panitia.

Salah satu peserta dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menyebutkan, salah satu yang membuat dirinya berkesan selama pelatihan adalah, navigasi, dimana peserta diberikan praktek langsung bagaimana proses pencarian korban bencana. (Adh)