Rapim IAS Group Perkuat Sinergi Dukung Transformasi BUMN

oleh -15 Dilihat
oleh

JAKARTA,KLIKSIAR — PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) IAS Group bertema “Satukan Langkah, Bangun Sinergi” sebagai upaya memperkuat komitmen seluruh jajaran perusahaan dalam menyukseskan program transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diinisiasi melalui Danantara dan Kementerian BUMN.

Rapim dihadiri Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Maya Watono, Direksi IAS, pimpinan anak perusahaan, serta jajaran manajemen IAS Group. Forum tersebut menjadi wadah menyamakan visi, memperkuat kolaborasi, sekaligus menyelaraskan program kerja perusahaan dengan arah kebijakan pemerintah dalam membangun BUMN yang sehat, adaptif, dan berdaya saing global.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengapresiasi progres transformasi yang tengah dijalankan IAS. Menurutnya, langkah konsolidasi yang dilakukan menjadi fondasi penting dalam membangun perusahaan jasa aviasi yang lebih kuat, lincah, dan mampu menjawab tantangan industri penerbangan yang terus berkembang.

“Transformasi bukan sekadar menggabungkan entitas bisnis, tetapi juga menyatukan kapabilitas, budaya kerja, serta proses bisnis agar IAS semakin kompetitif dan mampu memberikan nilai tambah bagi industri aviasi nasional,” ujar Maya.

Ia menegaskan, IAS memiliki peluang besar menjadi World-Class Single Aviation Services Company yang mampu menghadirkan layanan berstandar internasional. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan komitmen seluruh insan IAS dalam menjaga keunggulan operasional dan kualitas pelayanan.

Maya juga menekankan pentingnya penerapan semangat Zero Tolerance Operational Failure sebagai budaya kerja perusahaan.

“Dengan sinergi, disiplin, dan komitmen bersama, saya yakin IAS mampu menghadirkan layanan kelas dunia sekaligus memperkuat daya saing ekosistem aviasi Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama IAS, Tri Andayani, mengajak seluruh pimpinan IAS Group memperkuat budaya kolaborasi, menghilangkan sekat antarunit usaha, serta membangun pola kerja yang semakin terintegrasi.

Menurutnya, percepatan proses merger harus diiringi dengan budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil agar perusahaan mampu menghadapi persaingan industri aviasi yang semakin kompetitif.

“Mari satukan energi dan kekuatan untuk bergerak lebih lincah menghadapi setiap tantangan. Integrasi IAS Group harus mampu melahirkan perusahaan aviasi yang lebih kuat, efisien, dan berstandar layanan kelas dunia,” tegas Tri.

Ia menambahkan, di tengah dinamika ekonomi dan perubahan lanskap industri, BUMN tidak hanya dituntut menjaga kinerja bisnis, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, IAS Group memiliki tanggung jawab strategis memperkuat daya saing industri aviasi melalui transformasi bisnis yang berkelanjutan.

Rapim juga menjadi momentum memperkuat implementasi transformasi pascakonsolidasi berbagai entitas usaha di lingkungan IAS Group. Integrasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kapabilitas perusahaan dalam menyediakan layanan aviasi terintegrasi, mulai dari ground handling, cargo and logistics, hospitality, operation support, hingga property services.

Selain membahas strategi bisnis dan penguatan sinergi antarentitas, rapat turut mengevaluasi capaian kinerja perusahaan, menyusun langkah strategis menghadapi tantangan industri, serta memperkuat penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, transformasi digital, pengembangan sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas layanan.

Melalui Rapim tersebut, IAS Group menegaskan komitmennya untuk terus bergerak dalam satu langkah, satu visi, dan satu semangat guna mempercepat transformasi perusahaan sekaligus mendukung keberhasilan agenda besar transformasi BUMN. Dengan sinergi seluruh jajaran pimpinan, IAS optimistis mampu menjadi perusahaan penyedia layanan aviasi terintegrasi yang semakin kompetitif dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional. (*)