PADANG,KLIKSIAR – Pengurus Provinsi (Pengprov) Squash Indonesia Sumatera Barat Masa Bakti 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Daima Hotel Padang, Selasa (4/8/2026). Pelantikan dilakukan oleh Pengurus Besar (PB) Squash Indonesia yang diwakili oleh Wakil Sekretaris Jenderal, Ir. Max Bambang Sumantri.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum KONI Provinsi Sumatera Barat Hamdanus, S.Fil.I., M.Si., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat Mahdianur, SH., SE., MM., pimpinan Pengurus Provinsi Cabang Olahraga se-Sumatera Barat, serta Pengurus Cabang Squash Indonesia kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Ketua Pengprov Squash Indonesia Sumatera Barat, H. Yofialdi, SE., Akt., CA., MM., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terbentuknya kepengurusan baru tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PB Squash Indonesia atas kepercayaan melalui pengesahan kepengurusan ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada KONI Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Daerah atas dukungan yang diberikan sehingga pelantikan ini dapat terlaksana dengan baik,”ujarYofialdi.
Menurutnya, pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi titik awal untuk membangun organisasi yang kuat dan melahirkan prestasi olahraga squash di Sumatera Barat.
“Pelantikan hari ini bukan sekadar ikrar seremoni, melainkan awal dari amanah besar untuk menggemakan dan menerbangkan prestasi olahraga squash di Sumatera Barat. Kami berkomitmen menyelaraskan visi dan misi PB Squash Indonesia, khususnya dalam membangun organisasi yang profesional, mempopulerkan olahraga squash, serta mencetak atlet-atlet berprestasi dunia,” katanya.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Pengprov Squash Indonesia Sumatera Barat telah menetapkan lima sasaran strategis dan program kerja terukur selama periode 2026–2030.
Program pertama adalah membangun tata kelola organisasi yang modern dan terintegrasi, melalui pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) secara rutin setiap tahun, pembentukan sedikitnya lima Pengurus Cabang Squash Indonesia di kabupaten/kota, serta pengembangan sistem pendaftaran dan basis data atlet berbasis digital.
Program kedua berfokus pada peningkatan popularitas olahraga squash melalui gerakan Squash Go to School & Campus di sedikitnya 20 sekolah dan perguruan tinggi di Sumatera Barat, sekaligus mendorong lahirnya klub-klub squash sebagai wadah pembinaan atlet.
Selanjutnya, Pengprov juga memprioritaskan pembinaan atlet usia dini melalui sistem pencarian bakat (talent scouting) yang berkelanjutan. Program ini meliputi seleksi atlet kelompok umur U-11 hingga U-17, penyelenggaraan Kejuaraan Daerah atau Sirkuit Junior sebanyak dua kali setiap tahun, serta pembentukan Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Junior Sumatera Barat.
Di bidang sumber daya manusia, Pengprov menargetkan peningkatan kualitas pelatih dan wasit melalui penyelenggaraan Coaching Clinic dan penataran secara berkala, dengan target melahirkan sedikitnya 10 pelatih dan delapan wasit bersertifikat nasional.
Sementara itu, pada aspek sarana dan prestasi, Pengprov terus menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan venue squash yang representatif di Sumatera Barat. Selain itu, kepengurusan baru juga menargetkan mampu meraih medali pada Babak Kualifikasi PON serta meloloskan atlet-atlet terbaik Sumatera Barat menuju ajang nasional hingga bergabung ke Pelatnas PB Squash Indonesia.
Yofialdi menegaskan bahwa berbagai target tersebut tidak mungkin diwujudkan tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami sangat mengharapkan arahan, sinergi, dan bimbingan yang berkelanjutan dari PB Squash Indonesia, KONI Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan agar olahraga squash dapat berkembang dan berprestasi di Sumatera Barat,” tutupnya.
Dengan kepengurusan yang baru, Pengprov Squash Indonesia Sumatera Barat optimistis mampu memperkuat organisasi, memperluas pembinaan atlet, meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga, serta membawa olahraga squash semakin dikenal dan berprestasi di tingkat nasional. (*)








