InJourney Airports Dorong Pariwisata Sumbar Berbasis Budaya Minangkabau dan Safety First

oleh -26 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR — PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (InJourney Airports) terus mendorong peningkatan kualitas ekosistem pariwisata Sumatera Barat melalui penguatan pelayanan berbasis budaya lokal dan kesadaran keselamatan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Minangkabau Experience Service Bootcamp & Pelatihan Search and Rescue (SAR) yang digelar di Hotel ZHM Premiere Padang, Selasa (1/9/2026).

Mengusung tema “Empowering Service Excellence through Minangkabau Culture with Safety First”, kegiatan ini diikuti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya InJourney Airports mendukung penguatan sektor pariwisata Sumbar, khususnya melalui peningkatan kualitas pelayanan dan pengalaman wisatawan.

Melalui kolaborasi dengan Pokdarwis yang menjadi salah satu garda terdepan pengembangan destinasi wisata, InJourney Airports mendorong penerapan service excellence yang berakar pada nilai-nilai budaya Minangkabau.

Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau, Feni Lindriany, mengatakan pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga bagaimana wisatawan diterima, dilayani, dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.

“Karena itu, kami ingin mendorong agar nilai-nilai budaya Minangkabau menjadi bagian dari kekuatan dalam menghadirkan service excellence di destinasi-destinasi wisata Sumatera Barat,” ujar Feni mewakili General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau.

Menurutnya, Pokdarwis memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan wisatawan maupun masyarakat di destinasi wisata.

Penguatan kapasitas Pokdarwis diharapkan mampu menciptakan standar pelayanan yang semakin baik sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang memiliki karakter dan kearifan lokal.

“Semangat basamo menjadi penting dalam membangun pariwisata Sumatera Barat. Bandara merupakan salah satu pintu gerbang wisatawan, namun pengalaman mereka akan terus berlanjut ketika berada di destinasi,” katanya.

Ia menambahkan, diperlukan kolaborasi seluruh pihak agar kualitas pelayanan kepada wisatawan dapat berlangsung secara konsisten, mulai dari kedatangan hingga wisatawan menikmati berbagai destinasi di Sumatera Barat.

Bekali Pokdarwis dengan Kesadaran Keselamatan

Selain penguatan service excellence dan hospitality, kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan Pelatihan Search and Rescue (SAR).

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan pelaku pariwisata terhadap aspek keselamatan di destinasi wisata.

Peserta mendapatkan pengenalan serta praktik dasar terkait pencarian dan pertolongan. Dengan demikian, peserta memiliki pemahaman awal mengenai langkah respons ketika menghadapi kondisi kedaruratan.

Materi keselamatan tersebut dinilai penting mengingat sejumlah destinasi wisata di Sumatera Barat memiliki karakter geografis dan aktivitas wisata yang membutuhkan perhatian terhadap aspek keselamatan dan kesiapsiagaan.

Rangkaian kegiatan meliputi service excellence berbasis nilai budaya Minangkabau, penguatan hospitality, safety awareness, serta pengenalan dan praktik dasar SAR.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan, tetapi juga memiliki kesadaran yang lebih kuat mengenai pentingnya keselamatan dalam aktivitas pariwisata.

InJourney Airports berharap kolaborasi dengan pelaku pariwisata dan Pokdarwis dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem pariwisata Sumatera Barat yang berkualitas, berbudaya, aman, dan berkelanjutan.

Melalui Minangkabau Experience Service Bootcamp & Pelatihan SAR, semangat pelayanan berbasis budaya Minangkabau diharapkan semakin tumbuh dan diterapkan di berbagai destinasi wisata Sumatera Barat.

Sebab, pengalaman terbaik wisatawan tidak hanya dimulai dari destinasi yang menarik, tetapi juga dari pelayanan yang tulus, budaya yang kuat, serta keselamatan yang menjadi prioritas. (*)