Penulis : SONDRI
Suatu hari saya berkunjung ke sebuah kawasan perkebunan kopi rakyat yang berada di dua kabupaten dalam wilayah provinsi Bengkulu. Perkebunan kopi milik rakyat ini sudah ada dan berkembang sejak puluhan tahun yang lalu. Boleh dikatakan sejak masa pemerintahan Orde Baru. Secara alamiah masyarakat petani kopi di sana telah membangun komunitas mereka dengan berbagai latar belakang. Mereka membangun komunitas yang tidak formal dengan kawasan lahan perkebunan yang berada di sekitar pemukiman petani.
Bila dilihat dan ditinjau lebih jauh ada berbagai fakta menarik yang terlihat. Kawasan perkebunan kopi rakyat yang mungkin mencapai ratusan bahkan mungkin ribuan hektar itu terlihat begitu lambat berkembang dari berbagai aspek. Sebut saja dari segi akses transportasi dan sarana prasarana serta teknologi yang lebih maju dalam pengelolaannya. Untuk aspek transportasi, jalan yang menuju ke area perkebunan masih sangat sulit diakses. Kondisi jalan tanah yang buruk apalagi di musim hujan menyebabkan jalan sukar dilalui kendaraan. Sukarnya akses transportasi menyebabkan angkutan untuk berbagai keperluan seperti untuk mengangkut hasil panen, pupuk dan keperluan lainnya menjadi salah satu kendala yang terus dihadapi petani.
Pertanian dalam Perspektif Industri.
Dengan jumlah produksi kopi ratusan atau bahkan ribuan ton pertahun tentunya kawasan itu merupakan sektor ril ekonomi yang perlu mendapat perhatian serius. Namun entah karena faktor apa dan bagaimana sepertinya seringkali kawasan-kawasan pertanian dan perkebunan rakyat itu tak begitu terperhatikan. Ditambah lagi perspektif tradisional masyarakat bahkan negara menganggap petani hanyalah pekerjaan kasar. Padahal negara-negara luar saat ini mendorong pertanian sebagai industri yang penting. Kita mengamati bagaimana negara-negara Asia seperti Cina, Korea dan Jepang meningkatkan industri pertanian mereka sehingga mereka menguasai pasar ekspor berbagai produk dan komoditi pertanian dan perkebunan. Bahkan negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam dan Myanmar ikut berlomba-lomba meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian mereka. Mereka menguasai pasar-pasar regional dan global.
Kesadaran pemerintah dan perubahan perspektif terkait pertanian dan perkebunan perlu didorong lebih maju dengan menempatkan pertanian sebagai industri yang menjanjikan. Apalagi terkait perkebunan kopi dan berbagai aspek yang menjadikan kopi sebagai salah satu komoditi yang sangat seksi di pasar nasional dan global. Kita tahu Indonesia termasuk negara yang memiliki produksi kopi yang cukup besar di antara beberapa negara lainnya.
Peran Pemerintah Melalui Danantara untuk Perkebunan Kopi Rakyat. Mungkinkah?
Tak ada yang diharapkan rakyat selain sentuhan tangan pemerintah. Sentuhan tangan pemerintah dalam bentuk fasilitas dan stimulus yang memungkinkan perkebunan rakyat seperti perkebunan kopi yang saya maksudkan bisa berkembang maju dan jadi sektor yang membantu perekonomian negara.
Mungkinkah Danantara ikut mengambil peran pemerintah untuk itu. Selain mengembangkan dan memajukan perusahaan milik negara, bisakah Danantara ikut andil dalam memajukan perkebunan rakyat seperti perkebunan kopi yang hampir tersebar di seluruh daerah Indonesia. Peran yang diharapkan bukanlah dalam bentuk kooptasi dan intervensi yang bisa melemahkan dan mematikan daya kepemilikan rakyat terhadap perkebunan itu. Danantara dapat membentuk satu unit khusus yang berperan memfasilitasi, memberi stimulus dan melindungi perkebunan rakyat. Keikutsertaan Danantara sebagai bapak asuh usaha perkebunan rakyat tentu dapat mengatasi berbagai kendala dan masalah seputar kemajuan dan perkembangan perkebunan milik rakyat seperti di kawasan yang seperti yang saya sebutkan ini.










