PADANG,KLIKSIAR – Di tengah kunjungan Anggota DPR RI Andre Rosiade meninjau pengerjaan bedah rumah di Padang Sarai, Kota Padang, Kamis (29/10/2026), seorang bocah berusia 11 tahun menghampirinya. Bukan untuk meminta sesuatu bagi dirinya sendiri, melainkan memohon pertolongan untuk sang kakak yang telah terbaring sakit selama sekitar 10 tahun.
Bocah itu bernama Gustian Rasyid Syaka. Dengan keberanian yang mungkin tak mudah bagi anak seusianya, Rasyid menceritakan kondisi kakaknya, Gustina Putri Ningsih, yang kini hanya bisa terbaring tak berdaya di rumah mereka.
“Pak, acok kalua tivi suko nolong orang, caliak lah kakak wak, sakik alah talatak 10 tahun, Pak,” ujar Rasyid dalam bahasa Minang.
Artinya, Rasyid meminta Andre melihat kondisi kakaknya yang sudah terbaring sakit selama 10 tahun.
Ucapan sederhana itu menggerakkan Andre. Ia tak ingin hanya mendengar cerita Rasyid. Andre langsung mendatangi rumah bocah tersebut untuk melihat kondisi Gustina secara langsung.
Di sebuah kamar di rumah sederhana, Gustina terbaring dalam kondisi memprihatinkan. Pemandangan itu membuat Andre terenyuh, terlebih setelah mengetahui bahwa Rasyid sendiri yang berinisiatif mencari pertolongan bagi kakaknya.
“Saya salut kepada adiknya. Di usia yang masih 11 tahun, dia berani menyampaikan kondisi kakaknya dan menunjukkan rasa sayang yang begitu besar. Dia ingin kakaknya mendapat pertolongan,” ujar Andre.
Gustina, kelahiran 2000 ,telah mengalami sakit sejak Rasyid masih berusia sekitar satu tahun. Seiring waktu, kondisinya semakin memburuk hingga membuatnya hanya bisa terbaring di rumah.
Melihat keadaan tersebut, Andre tidak sekadar datang menjenguk. Ia juga memberikan bantuan untuk biaya pengobatan dan perawatan Gustina agar bisa memperoleh penanganan medis yang dibutuhkan.
Andre kemudian meminta anggota DPRD Kota Padang, Wahyu Hidayat, membantu mengupayakan penanganan Gustina di rumah sakit.
“Pak Wahyu, tolong bantu anak ini. Kakaknya harus mendapatkan penanganan khusus di rumah sakit,” kata Andre.
Wahyu pun segera menghubungi RSUD di Kota Padang untuk menindaklanjuti kondisi Gustina dan mengoordinasikan upaya penanganan medis.
“Kita berharap kakak Rasyid segera mendapatkan penanganan medis di RSUD Padang. Selama ini, pasien juga diperiksa dokter secara berkala,” ujar Wahyu.
Bagi sebagian orang, menghampiri seorang pejabat mungkin perkara sederhana. Namun, bagi Rasyid, langkah itu menjadi upaya untuk memperjuangkan sesuatu yang sangat berarti: kesempatan agar kakaknya mendapat perawatan yang lebih baik.
Di usianya yang masih belia, Rasyid mungkin belum memahami seluruh persoalan medis yang dialami Gustina. Namun, ia tahu bahwa kakaknya membutuhkan pertolongan.
Keberaniannya menyampaikan kondisi keluarga menjadi titik awal bagi upaya penanganan lebih lanjut. Dari sebuah pertemuan singkat di lokasi bedah rumah, perhatian kemudian berlanjut hingga ke kamar tempat Gustina terbaring.
Kini, keluarga berharap Gustina segera memperoleh pemeriksaan dan perawatan yang sesuai dengan kondisinya.
Sementara bagi Rasyid, keberaniannya hari itu adalah bentuk kasih sayang seorang adik yang tak ingin menyerah memperjuangkan kakaknya.
Tolong buat cover berita diatas dengan format landscape. Pakai foto yang saya kirimkan saja, buat desain dengan mengubah rasa kemanusiaan marasuk dalam kalbu merekam hati. (*)










