Dony Oskaria: Pengkritik Sumbar demi Kebangkitan Kampung Halaman

oleh -184 Dilihat
oleh

TANAH DATAR,KLIKSIAR — Suasana groundbreaking Hunian Tetap (Huntap) Danantara di Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (19/2), sempat hening. Bukan karena seremoni dimulai, melainkan karena pernyataan tegas yang keluar dari Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria.

Di hadapan tamu undangan dan masyarakat, Dony menegaskan dirinya tetap orang Minang. Kritik keras yang kerap ia lontarkan terhadap Sumatera Barat bukan tanda menjauh, melainkan bentuk kepedulian. “Tanya saja ke Pak Andre Rosiade, saya orang asli Minang, tapi pengkritik hebat Sumatera Barat. Kenapa? Karena terlalu miris melihat anak muda kita,” ujarnya.

Menurut Dony, kritik adalah cambuk agar Sumbar berbenah. Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi yang rendah, angka stunting yang masih tinggi, serta maraknya narkoba yang mengancam generasi muda. “Sudahlah pertumbuhan ekonomi paling rendah kedua dari 38 provinsi, angka stunting masih tinggi, lalu narkoba masih merajalela. Tentu sedih melihat generasi yang sudah terjerumus,” katanya.

Bagi Dony, pembangunan Huntap bukan sekadar membangun rumah bagi masyarakat terdampak bencana. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai momentum membangun kembali harapan dan arah masa depan daerah. “Huntap ini simbol kebangkitan. Bukan hanya fisik, tapi juga mental dan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Kritik yang ia sampaikan menjadi pengingat bahwa kebangkitan Sumatera Barat tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik. Perubahan pola pikir, perhatian terhadap pendidikan, serta penyelamatan generasi muda harus menjadi prioritas.

Di Rambatan, di atas tanah yang akan segera berdiri hunian baru, seorang putra Minang memilih bersuara keras. Bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk memastikan kampung halamannya bangkit lebih kuat dari sebelumnya.  (*)