PADANG, KLIKSIAR— Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, memberikan materi dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar di Hotel Axana, Jumat (14/11).
Pada hari ketiga pelaksanaan Bimtek tersebut, Evi Yandri menghadirkan tiga mantan pecandu narkoba yang telah pulih melalui perawatan intensif di Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI). Turut mendampingi, Ketua YPJI Syafrizal.
Dalam pemaparannya, Evi Yandri menyebut ketiga mantan pecandu tersebut sebelumnya mengalami kecanduan berat hingga nyaris masuk kategori Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ). Kehadiran mereka diharapkan mampu memberi gambaran nyata kepada peserta tentang bahaya narkoba dan dampaknya terhadap kehidupan sosial dan mental.
“Dengan melihat langsung kisah mereka, peserta bisa lebih memahami ancaman NAPZA. Harapannya, mereka bisa menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing, mencegah keluarga terjerat, dan melaporkan jika ada indikasi penyalahgunaan,” ujar Evi.
Ia menegaskan, persoalan narkoba tidak bisa diselesaikan secara parsial. Faktor ekonomi, sosial, hukum, psikologis, dan teknologi menjadi tantangan besar. “Selama permintaan tinggi dan jaringan sindikat kuat, masalah narkoba akan terus ada,” katanya.
Sosialisasi ini juga sejalan dengan Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya.
Sementara itu, Ketua YPJI Syafrizal menjelaskan bahwa yayasan yang berdiri sejak 2014 tersebut telah menangani ratusan korban penyalahgunaan narkoba, dari kasus ringan hingga berat. Ia menekankan bahwa proses rehabilitasi jauh berbeda dari lembaga pemasyarakatan.
“Di tempat rehabilitasi, mereka diawasi ketat, tidak boleh pegang HP, dan wajib mengganti akun media sosial agar tidak terhubung dengan jaringan lama. Fokusnya adalah pemulihan total,” jelas Syafrizal.
Sejumlah mantan pecandu yang telah sembuh kini aktif membantu yayasan dalam memerangi narkoba, menjadi bukti bahwa pemulihan bukan hal mustahil jika dilakukan dengan pendekatan yang tepat. (***)






