HJK ke-357, Muharlion: Jadikan Sejarah sebagai Inspirasi Bangun Kota Padang

oleh -124 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR — Ketua DPRD Kota Padang Muharlion memimpin Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Jumat (7/8). Rapat berlangsung di Ruang Sidang Utama Lantai II Gedung DPRD Kota Padang.

Muharlion didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, Osman Ayub dan Jupri. Hadir anggota DPRD Kota Padang serta Sekretaris DPRD Kota Padang Hendrizal Azhar.

Dari unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hadir Asisten II Setdaprov Sumbar Adib Alfikri mewakili Gubernur Sumbar. Sementara dari Pemko Padang tampak Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa Chaniago, para asisten, kepala OPD, direktur rumah sakit daerah, direktur Perumda, camat dan lurah.

Rapat paripurna juga dihadiri penerima penghargaan HJK, tokoh masyarakat, ninik mamak, bundo kanduang serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Muharlion mengatakan peringatan HJK ke-357 merupakan momentum untuk mensyukuri perjalanan panjang Kota Padang sekaligus mengingat kembali perjuangan para pendahulu.

“Sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT, mari jadikan momentum hari jadi ini sebagai sebuah inspirasi dan motivasi untuk mengisi kembali setiap detik perjuangan daerah ini dengan karya, prestasi serta kreativitas yang tinggi demi meraih cita-cita dan harapan akan masa depan Kota Padang yang lebih baik,” ajaknya.

Muharlion mengungkapkan, penetapan 7 Agustus sebagai Hari Jadi Kota Padang tidak terlepas dari peristiwa heroik masyarakat pada masa lalu dalam melawan penjajahan Belanda.

Peristiwa tersebut ditandai dengan penyerbuan dan pembakaran loji, gudang serta benteng Belanda. Penyerbuan pertama berlangsung pada 7 Agustus 1669. Saat itu pasukan dari Pauh dan Koto Tangah yang didukung masyarakat melakukan serangan terhadap loji-loji Belanda.

“Penyerangan ini mengakibatkan jatuh korban dari kedua belah pihak dan mendatangkan kerugian sangat besar bagi pemerintah Belanda. Sedangkan penyerbuan kedua dilakukan pada 1680,” jelasnya.

Menurut Muharlion, peristiwa 7 Agustus 1669 menjadi bagian penting sejarah Kota Padang karena memperlihatkan keberanian masyarakat mempertahankan tanah kelahirannya.

“Momen penyerangan pertama tanggal 7 Agustus 1669 kemudian kita peringati sebagai Hari Jadi Kota Padang, sembari mengenang kembali nilai-nilai moral dan nilai-nilai keberanian yang dipersembahkan secara tulus oleh tokoh-tokoh yang berjasa dalam mendirikan dan membangun kota yang kita cintai ini,” ujarnya.

Bangun Kota Tanpa Kehilangan Identitas

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan HJK ke-357 harus menjadi momentum untuk melihat perjalanan masa lalu dengan hormat, membaca kondisi hari ini secara jujur dan menyiapkan masa depan dengan keberanian.

“Kita tetap berpijak pada Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan,” katanya.

Menurut Fadly, warisan terbesar para pendahulu bukan sekadar bangunan, melainkan semangat untuk terus bangkit menghadapi berbagai tantangan.

“Warisan terbesar mereka adalah semangat untuk terus bangkit,” tegasnya.

Ia mengatakan semangat tersebut kini diteruskan melalui transformasi ekonomi Kota Padang. Transformasi ekonomi, katanya, bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, tetapi juga mengubah cara kota bekerja.

Hal itu dilakukan melalui penguatan produktivitas, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, peningkatan kelas usaha lokal serta memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan masyarakat secara lebih merata.

Fadly menjelaskan, arah transformasi ekonomi Kota Padang mengacu pada RPJPD Kota Padang 2025-2045 dengan visi “Kota Padang Maju, Berbudaya, dan Berkelanjutan Menuju Kota Jasa Terkemuka.”

Fondasi pencapaian visi tersebut kemudian dijabarkan melalui RPJMD Kota Padang 2025-2029 dengan fokus pada penguatan tata kelola pemerintahan, kualitas sumber daya manusia, investasi, perdagangan dan jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana.

Pelaksanaannya diselaraskan dengan RPJMD Provinsi Sumatera Barat 2025-2029 dan RPJMN 2025-2029 sebagai bagian dari tahapan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Untuk Kota Padang, arah pembangunan tersebut diterjemahkan dalam visi pembangunan 2025-2029, yakni menggerakkan segala potensi untuk mewujudkan Kota Padang sebagai Kota Pintar dan Kota Sehat, berlandaskan agama dan budaya menuju kota yang maju dan sejahtera.

12 Tokoh Terima Penghargaan

Pada peringatan HJK Padang ke-357 tahun 2026, Pemko Padang juga memberikan penghargaan kepada 12 tokoh masyarakat yang dinilai memberikan kontribusi di berbagai bidang.

Mereka adalah Syarifudin untuk bidang Seni, Budaya dan Adat Istiadat; Dr. (Can) Syamsul Akmal, S.Ag., MM., bidang Keagamaan; Yefri Heriani, S.Sos., M.Si., bidang Pemberdayaan Perempuan; Zulhardi Z. Latif, S.H., M.M., bidang Sosial; serta Prof. Dr. Ir. H. James Hellyward, MS., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., bidang Lingkungan Hidup.

Selanjutnya Abdul Rahim, S.Sos., bidang Kemanusiaan; Drs. H. Yusman Kasim, MM., bidang Kepemudaan dan Olahraga; Ali Umar Nurta, CH.M., bidang Penggerak Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah; Zainal Akil, S.Pd., bidang Pendidikan; Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV., bidang Kesehatan; Aiptu Dafit Rico Dermawan bidang Kemasyarakatan; serta Widya Navies bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian HJK ke-357 sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi kemajuan Kota Padang. (Adv)