Padang Jadi Tempat Peristirahatan Terakhir 24 Korban Bencana Agam

oleh -535 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR– Kota Padang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi 24 jenazah korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Agam dan sekitarnya. Pemakaman massal dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bungus, Rabu (10/12), sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi para korban yang belum teridentifikasi.

Prosesi pemakaman dimulai pukul 14.30 WIB, dipimpin langsung oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol. Drs. Gatot Tri Suryanata, M.Si., CARA. Sebelumnya, seluruh jenazah dishalatkan di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi usai salat zuhur.

Keputusan menjadikan Padang sebagai lokasi pemakaman diambil dalam rapat gabungan yang digelar pada Senin (8/12), dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial Sumbar dan dihadiri oleh unsur DVI POLRI, Polda Sumbar, Rumah Sakit Bhayangkara, BPBD, Dinkes, serta Dinsos Agam. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa jenazah yang belum teridentifikasi akan dimakamkan secara layak di TPU Bungus.

“Meski mereka berasal dari berbagai daerah, Padang menjadi tempat terakhir mereka beristirahat. Ini adalah bentuk tanggung jawab dan penghormatan kita bersama,” ujar Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi.

Pemakaman berlangsung khidmat dan penuh haru. Jenazah yang selama ini berada di RS Bhayangkara Padang dibawa ke lokasi pemakaman dengan pengawalan aparat. Proses pemakaman dikoordinasikan oleh Dinas Sosial Sumbar, dengan dukungan pembiayaan dari BBPKS dan bantuan dari PT Semen Padang.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyampaikan bahwa pemakaman ini bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga simbol duka bersama seluruh masyarakat Sumatera Barat.

“Padang tidak hanya menjadi pusat logistik dan penanganan bencana, tapi juga menjadi saksi bisu duka mendalam yang kita alami bersama,” ujarnya.

Dengan dimakamkannya para korban di Padang, kota ini kembali menunjukkan perannya sebagai pusat solidaritas dan kemanusiaan di tengah bencana. Pemerintah Provinsi Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan proses identifikasi dan pemulihan secara menyeluruh. (Grp)