PADANG,KLIKSIAR— Di tengah riuh rendah dunia olahraga yang kadang lebih sibuk dengan urusan politik daripada pembinaan, Lemkari Sumatera Barat justru melangkah pasti. Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-7 yang digelar Minggu (21/9) di The ZHM Premiere Hotel Padang, bukan sekadar ajang pemilihan ketua. Ini adalah panggung konsolidasi, refleksi, dan penegasan arah masa depan karate Sumbar.
Tanpa intrik, tanpa voting berbelit, para utusan Lemkari kabupaten/kota se-Sumbar sepakat secara aklamasi Nanda Satria adalah sosok yang dipercaya memimpin Lemkari Sumbar periode 2025–2030. Ia bukan orang baru. Wakil Ketua DPRD Sumbar itu dikenal punya rekam jejak panjang dalam dunia kepemudaan dan olahraga.
Musprov dibuka langsung oleh Ketua Umum PB Lemkari, Mayjen Mar (Purn) Bambang Sutrisno. Hadir pula tokoh-tokoh penting: Ketua Dewan Penasehat PB Lemkari H. Leonardy Harmainy, Letkol TNI Arie Marzuki dari Dewan Guru, perwakilan Forki Sumbar, serta para senior Lemkari seperti Kandris Asrin dan Sutrisno AB. Semua duduk bersama, menyimak, bukan sekadar hadir.
Ketua Lemkari Sumbar periode sebelumnya, Yozarwardi, menyampaikan laporan pertanggungjawaban dengan nada tulus. Ia mengakui masih banyak kekurangan, tapi juga menegaskan bahwa Lemkari tetap konsisten berkontribusi untuk prestasi karate Sumbar. “Terima kasih atas dukungan selama lima tahun. Mohon maaf atas segala kekurangan,” ucapnya.
Ketua Forki Sumbar yang diwakili Mirkadri Miyar memberi apresiasi. “Lemkari selalu hadir dalam pembinaan atlet. Sinergi dan tata kelola harus terus diperkuat,” katanya.
Bambang Sutrisno, sang Ketum PB Lemkari, tak hanya membuka acara secara simbolis. Ia memberi pesan tegas “Tata kelola organisasi adalah kunci. Lemkari harus jadi contoh. Dengan bismillah, Musprov ke-7 resmi saya buka.”
Acara pembukaan diselingi atraksi Tari Piring khas Minangkabau. Bukan sekadar hiburan, tapi simbol filosofi keindahan dalam ketangguhan. Penari menari di atas pecahan kaca tanpa cedera. Seolah ingin berkata: karate bukan hanya soal fisik, tapi juga mental baja.
Sidang pleno berjalan lancar. Dipimpin Firdaus Ilyas, Dr. Syofirman Syofyan, dan Yunaldi Al, Musprov menetapkan Nanda Satria sebagai Ketua Umum Lemkari Sumbar 2025–2030. Ia langsung dikenakan karategi dan disematkan sabuk hitam oleh Letkol Inf Arie Marzuki dan Ketum PB Lemkari, disaksikan para tokoh.
Dalam sambutannya, Nanda tak berpanjang kata. “Terima kasih atas kepercayaan ini. Mari kita besarkan Lemkari bersama. Ini bukan soal jabatan, tapi soal komitmen,” ujarnya tegas.
Karate bukan hanya soal tendangan dan pukulan. Di Sumatera Barat, Lemkari membuktikan bahwa loyalitas, integritas, dan semangat kebersamaan adalah jurus utama. Dan Musprov ke-7 ini adalah buktinya. (***)







