PADANG,KLIKSIAR— Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan anggaran untuk pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) bagi pelaku UMKM.
Hal itu disampaikan Muhidi saat membuka kegiatan Bimtek Pluzi Academy angkatan ke XIII di Plut KUMKM Sumatera Barat, Senin (10/11). Ia menyebutkan, kegiatan ini bertujuan mengubah pola pikir pelaku UMKM agar lebih adaptif, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman.
“Pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya ditopang oleh pemerintah. Dunia usaha, termasuk UMKM, harus menjadi bagian dari solusi. Kita butuh pengusaha yang mampu bersaing di tengah perubahan teknologi dan informasi yang sangat cepat,” ujar Muhidi.
Menurutnya, sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong pembangunan ekonomi Sumatera Barat. Ia berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan wawasan, keterampilan, dan motivasi melalui pelatihan yang berkelanjutan.
Tahun ini merupakan tahun pertama Muhidi melaksanakan program Bimtek bagi pelaku UMKM. Ia menilai, kegiatan tersebut penting untuk mendorong UMKM naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat, pertumbuhan ekonomi Sumbar pada triwulan III tahun 2025 mencapai 3,36 persen. Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto, menyebutkan meski tumbuh dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi perlambatan dibanding triwulan sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh sektor industri, yang menjadi lapangan usaha paling berkontribusi dalam struktur ekonomi Sumatera Barat.
Kegiatan Bimtek yang dibuka Ketua DPRD Sumbar berlangsung diikuti oleh pelaku UMKM dari berbagai daerah, dengan harapan mampu menciptakan pengusaha tangguh yang siap bersaing di pasar nasional maupun global.






