JAKARTA,KLIKSIAR — Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan sebanyak 290 perusahaan BUMN telah menjalani proses perampingan atau streamlining. Sementara itu, sekitar 300 perusahaan lainnya masih dalam proses penataan dan ditargetkan selesai hingga akhir tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Dony dalam acara Investor Daily Policy and Economic Dialogue di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Menurutnya, transformasi BUMN terus berjalan melalui langkah konsolidasi dan penataan perusahaan guna menciptakan organisasi yang lebih efisien dan produktif.
“Memang transformasi BUMN ini berjalan dengan cukup baik. Kita sudah melakukan streamlining 290 perusahaan dan ke depannya kita harapkan masih ada sekitar 300-an lagi yang akan kita selesaikan,” ujar Dony.
Program streamlining menjadi salah satu strategi utama BP BUMN dalam memperkuat kinerja perusahaan pelat merah. Melalui langkah tersebut, perusahaan yang tidak produktif, tumpang tindih, atau tidak lagi memiliki nilai tambah dapat digabungkan maupun ditutup sehingga sumber daya dapat difokuskan pada sektor yang lebih strategis.
Dony menjelaskan, kebijakan tersebut telah menghasilkan dampak signifikan terhadap efisiensi. Perusahaan-perusahaan yang ditutup sebelumnya tercatat menanggung kerugian hingga sekitar Rp20 triliun per tahun. Dengan penghentian operasional perusahaan tersebut, potensi kerugian itu dapat ditekan.
Selain itu, BP BUMN juga menemukan berbagai praktik bisnis yang tidak efisien antara perusahaan anak dan induk usaha. Nilai inefisiensi dari aktivitas tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp30 triliun.
Jika digabungkan, efisiensi dari kedua sumber tersebut mencapai sekitar Rp50 triliun. Angka itu belum termasuk penghematan dari biaya gaji, komisaris, direksi, serta berbagai fasilitas dan manfaat yang selama ini ditanggung perusahaan.
“Dengan berbagai langkah yang kita lakukan, target efisiensi yang bisa dicapai hingga akhir tahun diperkirakan lebih dari Rp70 triliun,” jelasnya.
Menurut Dony, transformasi BUMN tidak hanya bertujuan menekan biaya, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan negara. Kinerja bisnis yang lebih sehat diharapkan mampu meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional, investasi, serta penciptaan lapangan kerja.
BP BUMN menargetkan proses penataan sekitar 300 perusahaan yang masih berjalan saat ini dapat dirampungkan secara bertahap hingga akhir 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda besar transformasi BUMN yang tengah dijalankan pemerintah untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih efisien, adaptif, dan berdaya saing global. (***)








