Pemko Padang Gelar Workshop Keamanan Siber, Ancaman Digital Kian Nyata

oleh -654 Dilihat
oleh

Padang,Kliksiar– Pemerintah Kota Padang menggelar Workshop Kewaspadaan Insiden Siber Ransomware dan Penanganan Insiden Siber Web Defacement bagi Agen Padang CSIRT di Ruangan Bagindo Aziz Chand, Balai Kota Aie Pacah, Selasa 20 Mei 2025.

Workshop ini berlangsung selama tiga hari, hingga Kamis 22 Mei 2025, dengan peserta dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang. Narasumber utama dalam acara ini adalah Roybafin Sukisman dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Asisten Administrasi Umum Setdako Padang, Corry Saidan, menegaskan bahwa keamanan informasi bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan pemerintah.

“Keamanan informasi yang handal akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan publik itu sendiri. Tanpa pengelolaan risiko yang komprehensif, layanan publik bisa terganggu dan kerahasiaan data dapat terancam,” ujar Corry.

Optimalisasi pelayanan publik berbasis teknologi menjadi bagian dari program unggulan Padang Amanah. Namun, tanggung jawab ini tidak bisa hanya dibebankan kepada Diskominfo.

“Untuk mewujudkan Kota Padang sebagai kota yang aman secara digital, seluruh OPD harus terlibat aktif dengan agen Padang-CSIRT-nya,” tegasnya.

Kota Padang telah memiliki Padang-CSIRT (Computer Security Incident Response Team), yang diluncurkan pada 2022. Namun, efektivitasnya masih menjadi pertanyaan besar di tengah meningkatnya ancaman siber terhadap sistem pemerintahan.

“Peran aktif dari semua agen merupakan kunci utama suksesnya kita dalam mewujudkan keamanan siber yang kuat,” kata Corry.

Kepala Diskominfo Kota Padang, Boby Firman, berharap workshop ini benar-benar dimanfaatkan oleh peserta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan ransomware dan web defacement.

“Melalui workshop ini, peserta diharapkan lebih memahami jenis serangan siber dan mampu melakukan penanganan serta pemulihan dengan cepat dan tepat,” ujar Boby Firman.

Ancaman siber terhadap institusi pemerintahan terus berkembang pesat. Pertanyaan besar muncul, apakah Pemko Padang benar-benar siap menghadapi serangan digital yang semakin canggih, atau masih berada dalam tahap adaptasi?

Workshop ini menjadi langkah awal, tetapi tanpa implementasi yang serius dan dukungan penuh dari seluruh OPD, keamanan siber di Kota Padang tetap berada dalam bayang-bayang ancaman.

(***)