Astronot, Literasi, dan Mimpi Anak Padangsidimpuan, Teguh Santosa Turunkan Semangat ke Bumi

oleh -396 Dilihat
oleh

Padangsidimpuan,Kliksiar— Di tengah geliat teknologi digital yang menyelimuti ruang belajar, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa mendatangi SMPN 1 Padangsidimpuan, Jumat (25/7), bukan sekadar memberi ceramah. Ia datang membawa alarm sekaligus mimpi: tentang rendahnya literasi, dan pentingnya keberanian bermimpi besar. Termasuk jadi astronot.

“Indonesia ini menurut UNESCO masuk dalam daftar negara dengan minat baca terendah. Satu dari seribu orang,” kata Teguh, suaranya berat namun tegas. Ia seperti hendak mengguncang ruang aula sekolah yang dipenuhi siswa, guru, dan pengawas pendidikan.

Teguh tak ingin sekadar menyampaikan masalah. Ia bicara soal harapan—dan tentang membaca bukan cuma sebagai kebiasaan, tapi sebagai kekuatan. “Saya percaya anak-anak di Padangsidimpuan punya minat dan daya baca yang tinggi. Buktikan itu.”

Teguh menyisir barisan siswa dengan sorot mata penuh keyakinan. Ia menyebut potensi yang ada di hadapannya: calon insinyur, jaksa, anggota TNI dan Polri. Lalu berhenti, tersenyum, dan melontarkan pertanyaan yang tak terduga: “Atau ada yang mau jadi astronot?”

Beberapa siswa tertawa malu-malu. Tepuk tangan menyambut. Tapi bagi Teguh, itu bukan candaan.

“Cita-cita besar selalu dimulai dari ruang kecil seperti ini. Tapi tak ada yang instan,” katanya, mengingatkan bahwa proses adalah nadi dari pencapaian.

Sebagai dosen Hubungan Internasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh telah menjelajah puluhan negara. Ia tahu perbedaan antara negara maju dan negara yang tertinggal bukan hanya soal ekonomi atau teknologi. Tapi soal generasi mudanya.

“Kehebatan bangsa ini bergantung pada kalian. Belajar, bekerja, berjuang. Kalau anak-anak di sini percaya, maka Indonesia akan punya harapan.”

Acara ditutup dengan nyanyian “Padamu Negeri”. Kepala SMPN 1, Batras Lubis, menjamu tim JMSI sambil menyatakan optimismenya atas kemitraan ini. Ia berharap semangat literasi dan pemanfaatan digital yang sehat bisa tumbuh di sekolah-sekolah.

Ketua JMSI Sumut, Rianto, menyebut program _JMSI Goes to School_ sebagai langkah nyata menjaga generasi muda dari disrupsi informasi.

“Mimpi harus dijaga. Tapi yang lebih penting adalah anak-anak tahu bagaimana cara mengejar mimpi itu,” kata Rianto.

Dan di Padangsidimpuan hari itu, mimpi jadi astronot tak lagi terdengar mustahil. (***)