Padang ,Kliksiar— KliksiaDi kota yang saban musim hujan selalu dihantui genangan, langkah kecil bisa jadi penyelamat besar. Di Jalan Mangga Raya, Perumnas Balimbiang, Padang, langkah itu kini berbentuk lubang inspeksi: _manhole_ drainase.
Setelah pengerukan sedimen di sisi kanan-kiri drainase pertengahan tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Padang kembali turun tangan. Kali ini, bukan sekadar membersihkan, tapi membangun. Tiga belas _manhole_ drainase dibuka satu per satu sejak akhir Agustus, sebagai pintu masuk bagi pemeliharaan dan perbaikan aliran air yang kerap tersumbat oleh sampah dan lumpur.
“Ini bukan proyek kosmetik. Ini soal bagaimana air tak lagi jadi musuh warga saat hujan turun deras,” ujar Dori, petugas lapangan yang tak segan turun ke parit.
Namun, di balik beton dan besi, ada politik yang bekerja. Erianto Mahmuda, Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Padang, bukan hanya bicara di ruang sidang. Ia menjalin komunikasi intens dengan Walikota Padang, menyuarakan kebutuhan warga Balimbiang yang kerap jadi korban banjir. Hasilnya: drainase diperbaiki, _manhole_ dibangun, dan janji tak tenggelam.
Erianto bukan nama asing di Perumnas Balimbiang. Politisi 48 tahun ini adalah salah satu motor penggerak kemenangan pasangan Fadly Amran–Maigus Nasir di Pilkada Padang 2024. Ia tak hanya mengusung visi “Untuk Kejayaan Kota Padang”, tapi juga mengakar di 4.739 suara konstituennya saat Pileg lalu.
Di tengah skeptisisme publik terhadap janji politik, Jalan Mangga Raya memberi pelajaran: ketika komunikasi politik bertemu dengan niat baik, genangan bisa surut, dan harapan bisa mengalir. (Adh)







