PADANG,KLIKSIAR — Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik oleh HK–HKI KSO tidak hanya berfokus pada percepatan konstruksi, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar.
Pada Kamis (12/3), alat berat diturunkan untuk membersihkan sedimentasi sekaligus memperbaiki Kapalo Banda, pintu air irigasi yang menjadi sumber pengairan lahan pertanian warga di Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan. Selama ini saluran irigasi tersebut mengalami pendangkalan sehingga aliran air ke sawah warga kerap terhambat.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, mulai dari Lurah Indarung, Lurah Batu Gadang, LPM Indarung,LPM Batu gadang,Karang Taruna Kecamatan Lubuk Kilangan, unsur RW dan RT, Babinkamtibmas, hingga masyarakat setempat. Kehadiran mereka menunjukkan komunikasi antara pihak proyek, pemerintah, dan warga berjalan terbuka serta konstruktif.
Perwakilan HK–HKI KSO, Ben Manalu, menegaskan bahwa perbaikan Kapalo Banda merupakan bukti komitmen perusahaan menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kepentingan masyarakat. “Kami terbuka terhadap masukan dan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah serta tokoh masyarakat. Perhatian warga menjadi bagian penting agar pembangunan berjalan baik dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan apresiasi atas langkah tersebut. Mereka menilai pembersihan sedimentasi dan perbaikan pintu air irigasi akan memperlancar aliran air ke lahan pertanian sekaligus meminimalisir dampak pembangunan fly over.
Fly Over Sitinjau Lauik sendiri merupakan proyek strategis yang diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kelancaran transportasi di jalur Padang–Solok, jalur yang selama ini dikenal rawan kecelakaan. Dengan adanya sinergi antara pihak pelaksana proyek, pemerintah, dan masyarakat, pembangunan diharapkan berjalan lancar serta memberi manfaat luas bagi Sumatera Barat. (JF)










