Unik, Emak-emak Komplek Polda Balai Baru Jadi Petugas Upacara Bendera HUT ke-81 RI

oleh -83 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Komplek Polda Balai Baru, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (17/8/2026).

Ada hal berbeda dalam pelaksanaan upacara tahun ini. Seluruh petugas pengibaran bendera Merah Putih dipercayakan kepada kaum ibu atau emak-emak warga setempat. Mereka tampil percaya diri menjalankan tugas negara, mulai dari komandan upacara, pengibar bendera, pembaca teks proklamasi, hingga pembaca doa.

Upacara berlangsung di Ruang Terbuka Hijau Blok D yang merupakan bekas lapangan bola voli dan diikuti sekitar 100 warga dari RT 01 hingga RT 04, termasuk para tokoh masyarakat dan sesepuh lingkungan.

Para petugas tampil kompak mengenakan pakaian bernuansa merah dengan hiasan pita merah putih. Meski sebagian mengaku baru pertama kali menjalankan tugas dalam upacara resmi, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh rasa nasionalisme.

Komandan Upacara Desmawati yang juga merupakan istri Ketua RW 09 Komplek Polda Balai Baru mengatakan, persiapan upacara dilakukan secara sederhana namun penuh semangat.

“Jumlah petugas ada 11 orang dan semuanya ibu-ibu. Kami latihan sekitar dua hari setiap sore setelah menyelesaikan aktivitas rumah tangga. Untuk pembinaan, kami dibantu warga yang berprofesi sebagai guru,” ujarnya.

Menurutnya, kesempatan menjadi petugas upacara memberikan pengalaman berharga bagi para ibu-ibu di Komplek Polda Balai Baru.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena kami bisa ikut mengambil bagian dalam memperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia,” tambahnya.

Adapun susunan petugas upacara yakni Sittinur, S.Pd., M.M. sebagai Inspektur Upacara; pengibar bendera Merah Putih Tri Yuli Harty, Febrida, dan Susi Susanti; Pendamping Inspektur Upacara Yetti Hermizar; Pemimpin Upacara Desmawati; Pemimpin Lagu Irwati; Pembaca Teks UUD 1945 Islamiades Ebsyar; Pembaca Teks Proklamasi Kemerdekaan Eva Fitri; Petugas Protokol Anita; serta Pembaca Doa Sri Werthy.

Ketua Pengurus Masjid Miftahul Jannah sekaligus tokoh masyarakat Afrizul menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah upacara berjalan dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu dan seluruh petugas yang telah berpartisipasi. Ini menjadi contoh semangat kebersamaan warga,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 09 Komplek Polda Balai Baru. Syahril Nuzuar menyebut pelaksanaan upacara mandiri ini menjadi sejarah baru bagi lingkungan Komplek Polda Balai Baru.

“Terima kasih kepada ibu-ibu Komplek Polda yang luar biasa sehingga upacara pertama ini berjalan sukses. Ini adalah wujud keberagaman kita, walaupun berbeda-beda tetap satu sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap program pembangunan Pemerintah Kota Padang.

Makna Upacara HUT RI ke-81: Menguatkan Persatuan dan Menghargai Perjuangan Bangsa

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Upacara bendera memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang bangsa, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta memperkuat nilai persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Semangat kemerdekaan juga mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat.

Keterlibatan emak-emak dalam pelaksanaan upacara di Komplek Polda Balai Baru menjadi gambaran bahwa semangat nasionalisme dapat tumbuh dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan masyarakat.

Firman Wanipin: Emak-emak Membuktikan Perempuan Punya Peran Besar dalam Mengisi Kemerdekaan

Ketua RW 011 Tarok Indah 2, Firman Wanipin, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan upacara yang melibatkan kaum ibu sebagai petugas utama.

Menurutnya, keberanian para emak-emak tampil sebagai petugas upacara merupakan simbol bahwa perempuan memiliki peran besar dalam menjaga nilai kebangsaan dan mengisi kemerdekaan.

“Ini sebuah langkah yang sangat positif. Emak-emak bukan hanya hadir sebagai peserta, tetapi mengambil peran utama dalam pelaksanaan upacara. Ini menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan ada di seluruh lapisan masyarakat,” ujar Firman.

Ia menilai kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan karena mampu memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.

“Upacara bukan hanya tentang baris-berbaris, tetapi bagaimana kita menanamkan nilai nasionalisme, gotong royong, dan penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan. Ketika ibu-ibu mengambil peran, itu menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa menjaga bangsa adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya ( FWI)