Padang Harmoni Festival 2026 Tampilkan Keberagaman Etnis, Wujudkan Kota Padang yang Toleran

oleh -123 Dilihat
oleh

PADANG — Pemerintah Kota Padang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Padang Harmoni Festival 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Festival yang berlangsung 8–10 Agustus 2026 itu resmi dibuka di Panggung Batu Pantai Cimpago, Sabtu malam (8/8/2026).

 

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gendang tabuh oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, dan Wakil Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache beserta istri, Wakil Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Pertama TNI Mulyadi, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Ketua DWP Padang Ny. Nova Raju Minropa, unsur Forkopimda Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat, Sekretaris DMDI Muhammad Hasbi, tokoh lintas agama, serta tamu undangan lainnya.

 

Padang Harmoni Festival menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya yang menggambarkan wajah Kota Padang sebagai rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan budaya.

 

Salah satu pertunjukan mengangkat tema “Orang Padang Jalan Barampek”, yang menggambarkan kehidupan masyarakat Kota Padang dengan keberagaman etnis yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah kota. Pertunjukan tersebut menampilkan empat kelompok etnis yang memiliki peran penting dalam kehidupan Kota Padang, yakni Minangkabau, Melayu, Tionghoa, dan India.

 

Kemajemukan itu semakin terasa melalui penampilan berbagai kesenian, di antaranya Tari Baluse dari Nias, Tari Mongol, Tari Mandarin, kesenian India, kesenian Papua, Gending Sriwijaya, Barongsai, serta Tari Minangkabau.

 

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, Padang Harmoni Festival menjadi momentum penting untuk menunjukkan karakter Kota Padang sebagai kota yang majemuk, toleran, dan menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama.

 

“Padang Harmoni Festival ini merupakan festival perdana dalam HJK di Kota Padang. Melalui festival ini kita ingin menunjukkan bahwa Kota Padang adalah kota yang harmonis, toleran, dan kompak menghadapi segala bentuk tantangan, termasuk potensi bencana,” ujar Fadly.

 

Menurutnya, keberagaman masyarakat merupakan kekuatan yang harus terus dirawat dalam membangun Kota Padang. Ia mengapresiasi masyarakat dari berbagai daerah dan etnis yang telah menjadi bagian dari masyarakat Kota Padang, baik yang datang untuk bekerja, menetap maupun ikut berkontribusi dalam pembangunan.

 

Pada kesempatan itu, Fadly juga menyampaikan bahwa HJK Padang ke-357 mengusung tema “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy”. Tema tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padang untuk mengembangkan sektor gastronomi sekaligus mendorong Kota Padang meraih pengakuan UNESCO sebagai kota gastronomi.

 

“Sektor kuliner memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Ini menjadi bagian dari upaya kita memperkuat identitas dan daya tarik Kota Padang,” katanya.

 

Selain itu, Fadly mengungkapkan bahwa Kota Padang saat ini tengah mengikuti proses penilaian untuk menjadi kota kreatif yang mewakili Indonesia di panggung kota kreatif internasional.

 

“Saat ini Kota Padang juga tengah mengikuti proses penilaian untuk menjadi kota kreatif yang mewakili Indonesia dalam panggung kota kreatif internasional. Kita berharap Kota Padang bisa lulus sehingga bisa mewakili Indonesia dalam penilaian UNESCO,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache mengapresiasi Pemerintah Kota Padang yang telah menggagas Padang Harmoni Festival. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat Nias di Kota Padang untuk ikut berpartisipasi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah asalnya.

 

“Mari kita jaga Padang Kota Tercinta ini, karena Padang Kota Tercinta ini adalah rumah kita bersama yang harus kita lestarikan dan kita jaga. Mari kita berikan pengabdian terbaik dalam menunjang seluruh aspek pembangunan di Kota Padang,” ujar Yusuf.

 

Padang Harmoni Festival 2026 pun menjadi gambaran bahwa keberagaman bukan sekadar perbedaan, melainkan kekuatan yang dapat menyatukan masyarakat dalam membangun Kota Padang sebagai kota yang harmonis, toleran, dan inklusif.