DINAS PSDABK SUMBAR RESPONS CEPAT NORMALISASI SUNGAI BATANG IDAS, WARGA BARINGIN BERHARAP BERLANJUT KE REHABILITASI

oleh -215 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR — Kekhawatiran masyarakat Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, terhadap kondisi Sungai Batang Idas mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Konstruksi dan Bina Konstruksi (PSDABK).

Respons tersebut diwujudkan dengan diturunkannya dua unit alat berat ekskavator untuk melakukan penanganan darurat dan normalisasi pada bantaran Sungai Batang Idas yang membentang di kawasan Kelurahan Baringin.

Langkah cepat ini mendapat apresiasi dari Lurah Baringin, Yuliar Anik, yang menyampaikan terima kasih kepada Dinas PSDABK Provinsi Sumatera Barat serta seluruh pihak yang telah menanggapi aspirasi masyarakat.

Menurut Yuliar, kondisi Sungai Batang Idas memang sudah cukup mengkhawatirkan, terlebih setelah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Tingginya sedimentasi dan kondisi bantaran sungai menjadi perhatian karena berdekatan dengan kawasan permukiman dan lahan pertanian masyarakat.

“Atas nama pemerintah kelurahan dan masyarakat Baringin, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas PSDABK Provinsi Sumatera Barat yang telah merespons dengan cepat surat permohonan normalisasi yang kami sampaikan bersama masyarakat,” ujar Yuliar.

Ia berharap penanganan yang saat ini dilakukan tidak berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi dapat dilanjutkan dengan program rehabilitasi sungai secara lebih permanen dan menyeluruh, sehingga mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Harapan kami, setelah normalisasi ini bisa dilanjutkan dengan rehabilitasi, sehingga kondisi sungai benar-benar lebih aman dan nyaman, baik bagi permukiman maupun lahan pertanian masyarakat Baringin,” harapnya.

Sedimentasi Sungai Jadi Kekhawatiran Warga

Kondisi Sungai Batang Idas sebelumnya juga telah menjadi perhatian masyarakat. Persoalan sedimentasi, pendangkalan serta derasnya aliran air saat hujan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai.

Aspirasi tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada pihak terkait, terutama setelah sejumlah kejadian hujan deras yang meningkatkan debit air Sungai Batang Idas.

Tokoh masyarakat Baringin juga menyambut baik langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Ia berharap penanganan sungai dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan konsep pengamanan bantaran dan alur sungai yang lebih permanen.

“Kalau bisa sungai ini dibuat seperti banda bakali di kawasan banjir kanal. Artinya, aliran sungai ditata dan diperkuat, sehingga masyarakat tidak was-was lagi setiap kali hujan turun dan air sungai menjadi deras,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan sedimentasi Sungai Batang Idas sudah cukup mengkhawatirkan karena apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh, dapat meningkatkan risiko terhadap permukiman dan lahan pertanian masyarakat.

Dari Aspirasi Menjadi Tindakan

Penanganan ini menjadi tindak lanjut dari aspirasi masyarakat Baringin yang sebelumnya telah disampaikan melalui pemerintah kelurahan kepada instansi terkait.

Sebelumnya, kondisi Sungai Batang Idas juga menjadi salah satu persoalan yang terus didorong masyarakat dalam berbagai forum pembangunan. Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah hujan deras meningkatkan debit air dan memperlihatkan kembali persoalan sedimentasi serta kondisi bantaran sungai.

Dengan turunnya dua unit ekskavator, masyarakat berharap langkah ini menjadi awal dari penanganan Sungai Batang Idas secara berkelanjutan, bukan hanya ketika terjadi kondisi darurat.

Pemerintah Kelurahan Baringin bersama masyarakat juga mengajak seluruh pihak untuk ikut menjaga kondisi sungai, tidak membuang sampah ke aliran sungai, serta menghindari aktivitas yang dapat memperparah sedimentasi dan kerusakan bantaran.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Sungai adalah bagian dari kehidupan masyarakat. Karena itu, setelah dilakukan normalisasi, mari kita sama-sama menjaga dan merawatnya,” tutup Yuliar.

Langkah respons cepat Dinas PSDABK Provinsi Sumatera Barat tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mewujudkan Sungai Batang Idas yang lebih tertata, aman dan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat serta lahan pertanian di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan.(Jf)