Anggota DPRD Padang Indra Guswadi Geram, Pohon Parak Laweh Digunduli

oleh -329 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR– – Anggota DPRD Kota Padang meluapkan amarah atas aksi penebangan pohon di jalur Jalan Raya Parak Laweh Pulau Aia Nan XX yang dilakukan tanpa koordinasi pada awal tahun ini.

Indra Guswadi, anggota Komisi II DPRD Kota Padang, menilai tindakan tersebut sebagai kemunduran dalam upaya menjaga Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekaligus melemahkan komitmen kota menuju konsep Green City.

“Kami sangat menyesalkan pemotongan pohon ini. Bukannya dirawat atau dirapikan, malah digunduli. Ini jelas bertolak belakang dengan visi kota hijau,” ujar Indra saat meninjau lokasi, Jumat (23/1).

Menurutnya, ada sejumlah hal yang memicu kemarahan dewan:

– Tanpa kajian teknis. Penebangan dilakukan tanpa melibatkan dinas terkait maupun ahli botani, sehingga pohon yang masih sehat ikut ditebang.

– Minim koordinasi. DPRD tidak pernah menerima laporan ataupun sosialisasi mengenai rencana penataan pohon di kawasan tersebut.

– Dampak estetika dan lingkungan. Kota tampak gersang, sementara peneduh alami bagi warga dan pengendara hilang begitu saja.

Indra menegaskan, jika alasan penebangan untuk pembangunan perumahan, seharusnya ada solusi kreatif tanpa harus mengorbankan pohon yang sudah puluhan tahun tumbuh. “Kami akan segera memanggil Dinas Lingkungan Hidup dan pihak pelaksana untuk meminta pertanggungjawaban,” tegasnya.

DPRD mendesak pemerintah kota menghentikan aktivitas penebangan di titik lain serta menuntut adanya program reboisasi sebagai kompensasi atas kerusakan yang terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, legislatif tengah menyusun jadwal Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengevaluasi SOP pemeliharaan pohon di wilayah perkotaan.

“Kenapa DLH mau saja menuruti permintaan pengembang untuk menebang pohon? Ada apa sebenarnya?” tutup Indra dari Fraksi Persatuan Perjuangan.  (***)