SURABAYA,KLIKSIAR — Kebahagiaan terpancar dari wajah Yul Utama dan Desvita Nora. Putri tercinta mereka, Qayla Syadza Tsurayyaa, akhirnya menapaki salah satu momentum penting dalam perjalanan hidupnya: wisuda.
Qayla menjadi satu dari 5.780 wisudawan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada 4 Oktober 2026.
Bagi Yul Utama dan Desvita Nora, prosesi wisuda tersebut bukan sekadar seremoni akademik. Ada rasa syukur dan haru setelah menyaksikan putri mereka menyelesaikan pendidikan sarjana di Program Studi S1 Matematika, Fakultas Sains dan Analitika Data ITS.
“Alhamdulillah, capek dan lelah kami selama ini terbalas. Qayla diwisuda. Terima kasih Ya Allah,” ujar Yul Utama saat mengabarkan kabar bahagia tersebut, Jumat (2/10).
Sejak duduk di bangku sekolah, Qayla memang telah menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap matematika. Kecintaannya terhadap angka dan ilmu hitung itu kemudian membawanya memilih Matematika ITS sebagai bagian dari perjalanan pendidikannya.
Menurut Yul, pilihan tersebut memang telah menjadi cita-cita Qayla sejak lama.
“Ya, Qayla sejak sekolah sudah cinta dengan matematika. Jadi mahasiswa ITS jurusan Matematika memang cita-citanya,” ungkap Yul.
Perjalanan Qayla menuju bangku wisuda juga tidak terlepas dari berbagai prestasi yang diraihnya sejak sekolah. Kemampuannya di bidang matematika bahkan pernah mengantarkannya masuk dalam jajaran empat besar jago sempoa se-Asia, berdasarkan informasi yang pernah diberitakan dan beredar dalam pencarian daring.
Kini, setelah menyelesaikan pendidikan S1, Qayla memasuki babak baru kehidupannya.
Bagi kedua orangtuanya, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus buah dari doa, perjuangan dan dukungan yang diberikan selama ini.
Wisuda menjadi penanda bahwa satu tahapan telah dilalui. Namun, bagi Qayla, perjalanan sesungguhnya justru baru dimulai.
Selamat atas gelar sarjananya, Qayla. Teruslah melangkah dan jadilah kebanggaan ayah dan bunda. (*)








