HUANGPU, GUANGDONG — Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia, Insannul Kamil, bersama delegasi dari Departemen Pekerjaan Umum dan Transportasi Laos, Direktorat Perumahan dan Perencanaan Kota, serta perwakilan China Construction News, melakukan kunjungan dan pertukaran informasi ke Pusat Riset dan Pengembangan Guangdong Jianke di Huangpu, Guangdong, Tiongkok, pada 23 September 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari undangan China Construction News untuk melihat secara langsung perkembangan riset, teknologi, serta fasilitas pengujian di bidang bangunan sipil dan konstruksi. Rombongan juga didampingi Li Jun, Wakil Direktur Utama Guangdong Jianke.
Dalam kunjungan itu, Insannul Kamil yang juga merupakan dosen Fakultas Teknik Universitas Andalas dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Kerja Sama Pengembangan SDM Profesi Teknik dan Industri, bersama para delegasi meninjau sejumlah fasilitas unggulan yang dimiliki pusat riset tersebut.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah laboratorium terowongan angin (wind tunnel) untuk bangunan sipil dengan skala komprehensif terbesar di Tiongkok. Fasilitas ini digunakan untuk mendukung berbagai penelitian dan pengujian terkait pengaruh angin terhadap struktur bangunan dan infrastruktur.
Rombongan juga meninjau kotak pengujian dinding tirai (curtain wall) multifungsi berukuran besar yang dikembangkan secara mandiri, serta laboratorium percontohan pengujian material konstruksi lanjut yang telah terintegrasi dengan teknologi cerdas.
Menurut Insannul, berbagai fasilitas dan aktivitas riset yang dikembangkan Guangdong Jianke menunjukkan pentingnya penguatan inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas industri konstruksi.
“Aktivitas dan kemajuan riset dalam bidang bangunan sipil yang dilakukan pada pusat riset ini harus dimanfaatkan dan dijadikan model kolaborasi untuk secara bersama-sama saling meningkatkan kualitas dan ekosistem industri konstruksi,” ujar Insannul.
Ia menilai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), machine learning, Building Information Modeling (BIM), serta teknologi dalam manajemen konstruksi dan fasilitas, perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam pengembangan industri konstruksi.
Menurutnya, transformasi teknologi tersebut juga harus berjalan seiring dengan penerapan standar keselamatan yang tinggi, sehingga inovasi tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga menjamin keamanan bangunan dan infrastruktur.
Insannul yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Keahlian Mesin, Persatuan Insinyur Indonesia, menekankan pentingnya membangun ekosistem kerja sama lintas negara dalam pengembangan teknologi konstruksi.
Pertukaran informasi dan pengalaman melalui kunjungan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia, Tiongkok, Laos, dan para pemangku kepentingan lainnya, khususnya dalam bidang riset, pengembangan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan inovasi pada sektor konstruksi.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendorong terwujudnya industri konstruksi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki daya saing, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keberlanjutan. (*)








