Dony Oskaria Ingatkan BUMN Hindari Rekayasa Keuangan

oleh -22 Dilihat
oleh

JAKARTA,KLIKSIAR— Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengingatkan seluruh perusahaan pelat merah agar menjauhi praktik rekayasa keuangan yang berpotensi menimbulkan kesalahan pengambilan keputusan di perusahaan.

Peringatan tersebut disampaikan Dony dalam forum Chief Risk and Compliance Officer (CRCO) BUMN yang dihadiri jajaran Danantara Asset Management, direksi, serta pejabat yang membidangi manajemen risiko dan kepatuhan di lingkungan BUMN.

Menurut Dony, salah satu persoalan mendasar yang kerap memicu impairment hingga keputusan bisnis yang keliru adalah praktik rekayasa keuangan dalam laporan perusahaan.

“Praktik rekayasa keuangan menjadi salah satu akar persoalan yang menimbulkan kekeliruan dan pengambilan keputusan yang tidak tepat,” ujar Dony dalam arahannya, Rabu (20/5).

Ia menegaskan, transformasi BUMN tidak cukup hanya dilakukan melalui efisiensi, streamlining bisnis, maupun penataan anak usaha. Transformasi, katanya, harus dibangun di atas tata kelola perusahaan yang kuat, sistem manajemen risiko yang tajam, serta fungsi kepatuhan yang mampu mendeteksi persoalan sejak dini.

Dony juga menekankan pentingnya peran Chief Risk Officer (CRO) dalam membaca risiko secara objektif dan memahami kondisi keuangan perusahaan secara nyata.

“Fungsi risiko dan kepatuhan jangan hanya bersifat administratif. Harus mampu mengidentifikasi potensi risiko dalam setiap proses bisnis perusahaan,” tegasnya.

Di tengah tantangan geopolitik global, ketidakpastian ekonomi, tekanan pasar, dan percepatan transformasi digital, BP BUMN mendorong seluruh BUMN memperkuat sistem Governance, Risk and Compliance (GRC) yang terintegrasi dan adaptif.

BP BUMN dan Danantara menilai peran CRCO sangat strategis sebagai penjaga integritas proses bisnis, pengawal mitigasi risiko, serta mitra manajemen dalam memastikan setiap keputusan korporasi berbasis data dan prinsip tata kelola perusahaan yang sehat. (***)