Dua Akademisi Aceh Apresiasi Bangunan Rumah Hunian Danantara

oleh -377 Dilihat
oleh

ACEH,KLIKSIAR – Akademisi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul Dr.

Iswadi, M.Pd. menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, para pemangku kepentingan, serta seluruh

pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan hunian sementara bagi para korban bencana di

Aceh.

Dr. Iswadi menilai upaya ini merupakan langkah nyata yang mencerminkan kepedulian, tanggung jawab

kemanusiaan, serta komitmen bersama dalam memastikan para penyintas dapat kembali menjalani

kehidupan dengan aman, layak, dan bermartabat. Iswadi menyebutkan hunian sementara bukan hanya

tempat berlindung, tetapi juga ruang awal pemulihan fisik, sosial, dan psikologis masyarakat terdampak.

“Saya berharap pembangunan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan, berorientasi pada kebutuhan

masyarakat, serta diiringi dengan perencanaan yang matang menuju hunian tetap. Semoga ikhtiar ini

menjadi amal kebaikan dan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Aceh yang

tangguh,” ungkap Iswadi.

Dia juga menyarankan agar pembangunan hunian sementara dilakukan dengan mengacu pada standar

hunian sementara yang pernah diterapkan pascabencana tsunami Aceh. Sebab, standar tersebut telah

terbukti memperhatikan aspek keamanan, kelayakan huni, kesehatan lingkungan, serta kebutuhan sosial

masyarakat terdampak.

“Dengan menerapkan standar yang telah teruji, diharapkan hunian sementara tidak hanya berfungsi

sebagai tempat tinggal darurat, tetapi juga mampu mendukung proses pemulihan yang lebih baik dan

bermartabat,” pungkas Iswadi.

Umaimah Wahid, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur dan Pengurus Pusat Taman

Iskandar Muda (PPFTIM) menilai hunian adalah hal sangat penting bagi masyarakat yang terdampak

bencana Aceh.

“Patut diapresiasi langkah pemerintah ini. Namun, jangan sampai berhenti sampai pembangunan rumah

sementara,” ungkap Umai.

Dia berharap, setelah hunian sementara rampung, pemerintah terus memperhatikan rakyat Aceh.

“Salah satu yang hilang adalah sawah, lahan mata pencaharian tertutup lumpur,” kata dia.

Oleh karena itu, diharapkan pemerintah memberikan bantuan terkait mata pencaharian masyarakat Aceh.

Seperti diketahui, pada Kamis (1/1/2026), Presiden RI Prabowo Subianto meninjau lokasi

pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara), hunian sementara yang layak untuk memastikan

pemulihan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang,

Aceh. Pembangunan Huntara dimulai pada 24 Desember 2025, dan dalam waktu kurang dari dua minggu

telah menunjukkan percepatan yang signifikan.

Sebanyak 600 unit akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah pada 8 Januari 2026, yang kemudian

akan diberikan kepada warga terdampak bencana. Pembangunan akan terus dirampungkan dengan

 

target 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan, memastikan hunian layak sementara dapat tersedia bagi

keluarga terdampak bencana.

Pihak Danantara Indonesia menyampaikan, Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat

dengan struktur yang aman dan sanitasi memadai. Pembangunannya juga dilengkapi fasilitas umum

seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.

Rosan Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, menegaskan bahwa

pencapaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi lintas

pihak, khususnya peran aktif BUMN dalam mendukung eksekusi di lapangan.

“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal,

dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat di seluruh pihak untuk menepatinya.

BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan

masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelasnya. (**)