Edriana Ketum IKASMA 2 Padang, Rangkul Pesaing dan Ajak Alumni Bersatu

oleh -24 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR — Hebatttt, Komisaris di anak perusahaan PT Pupuk Indonesia ini, Sabtu 31/10-2026 di Musyawarah Besar (Mubes) VI IKASMA 2 Padang, dipilih menjadi Ketua Umum (Ketum). Dr Edriana, SH MA pun jadi perempuan pertama jadi Ketum IKASMA 2 Padang. Sumatera Barat.

 

Edriana sah jadi Ketum IKASMA 2 Padang untuk periode lima tahun ke depan setelah melewati proses pemilihan yang berlangsung ketat.

 

Edriana meraih 13 suara dalam pemungutan suara yang diikuti 23 perwakilan angkatan. Pesaingnya, Almustasar Amir dari angkatan 1989, memperoleh sembilan suara, sedangkan satu suara dinyatakan tidak sah.

 

Sementara itu, Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H., dari angkatan 1980, mengundurkan diri menjelang pemungutan suara.

 

Pemilihan tersebut berlangsung setelah upaya mencapai kesepakatan melalui musyawarah untuk mufakat menemui jalan buntu. Dengan demikian, pemungutan suara menjadi mekanisme untuk menentukan ketua baru.

 

Ketua Steering Committee, Yultekhnil, kemudian mengumumkan Edriana sebagai ketua terpilih di hadapan peserta Mubes VI yang berlangsung di Aula SMA 2 Padang.

 

Menang dalam Pemilihan, Mengajak Alumni Kembali Bersatu

 

Di balik persaingan dalam pemilihan, tantangan terbesar kepemimpinan baru adalah menyatukan kembali seluruh elemen alumni dan mengubah perbedaan pilihan menjadi kekuatan bersama.

 

Pesan itulah yang langsung disampaikan Edriana setelah dinyatakan terpilih.

 

“Terima kasih kepada Uda/Uni dan adik-adik yang telah memilih saya sebagai ketua alumni lima tahun mendatang. Kita akhiri yang terjadi di ruangan ini dan kita kembali bersatu membesarkan organisasi alumni kita,” ujar Edriana.

 

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menempatkan kepentingan organisasi di atas perbedaan selama proses pemilihan.

 

Bagi organisasi alumni dengan anggota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, persatuan bukan sekadar slogan. Jaringan alumni dapat menjadi modal untuk memperluas kolaborasi, memperkuat hubungan lintas angkatan, serta membuka ruang kontribusi bagi almamater dan masyarakat.

 

Karena itu, kepemimpinan baru dihadapkan pada pekerjaan penting: memastikan seluruh alumni tetap memiliki ruang untuk berpartisipasi, terlepas dari pilihan mereka dalam Mubes.

 

Rangkul Almustasar, Siapkan Kepengurusan yang Lebih Inklusif

 

Langkah awal Edriana setelah terpilih adalah menyusun kepengurusan bersama tim formatur lainnya.

 

Direktur PT Anugerah Jaya Jakarta Modern School tersebut menyatakan akan membuka ruang bagi alumni yang dinilai memiliki potensi dan komitmen untuk mendukung keberlanjutan organisasi, terutama dari kalangan angkatan muda.

 

Menurutnya, pembentukan kepengurusan menjadi prioritas sebelum merumuskan program kerja untuk lima tahun mendatang.

 

“Setelah pekerjaan ini rampung, baru kita berpikir bicara kegiatan atau program yang akan kita laksanakan selama periode kepengurusan kami,” ujarnya.

 

Salah satu langkah yang diusulkan Edriana untuk memperkuat kebersamaan adalah mengajak Almustasar Amir, yang menjadi pesaingnya dalam pemilihan, untuk mengisi posisi Ketua Harian.

 

Edriana menjelaskan, usulan tersebut berkaitan dengan kebutuhan menjaga kelancaran organisasi. Domisilinya di Jakarta serta kesibukan sehari-hari membuatnya memandang perlu adanya figur yang dapat membantu memastikan roda organisasi tetap berjalan.

 

“Almustasar saya harapkan menjadi mata dan telinga saya selama berada di Jakarta. Roda organisasi alumni harus terus berjalan, jangan tergantung pada satu orang saja. Mari kita berorganisasi secara modern,” katanya.

 

Usulan itu memperlihatkan arah pendekatan yang ingin dibangun Edriana: kepemimpinan yang tidak hanya bertumpu pada ketua, tetapi juga ditopang pembagian peran, kerja bersama, dan keterlibatan banyak pihak.

 

Meski demikian, efektivitas pendekatan tersebut nantinya akan ditentukan oleh proses pembentukan kepengurusan, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta kemampuan seluruh unsur organisasi bekerja menuju tujuan yang sama.

 

Momentum Memperkuat Peran Alumni

 

Terpilihnya Edriana membuka babak baru bagi IKASMA 2 Padang. Tantangannya bukan semata menjalankan agenda organisasi, melainkan membangun kepercayaan dan menjaga hubungan antarang­katan setelah proses pemilihan yang berlangsung ketat.

 

Keterlibatan alumni muda, penguatan komunikasi lintas angkatan, serta pemanfaatan jaringan alumni di dalam dan luar negeri dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi organisasi.

 

Pada akhirnya, keberhasilan seorang ketua alumni tidak hanya diukur dari proses pemilihannya, tetapi juga dari kemampuannya merangkul mereka yang berbeda pilihan, membangun kepengurusan yang solid, dan menghadirkan manfaat nyata bagi anggota maupun almamater.

 

Ajakan Edriana untuk kembali bersatu kini menjadi pekerjaan bersama. Sebab, organisasi alumni yang kuat tidak dibangun oleh satu orang atau satu angkatan, melainkan oleh kesediaan seluruh anggotanya untuk berkontribusi.

 

Dari ruang musyawarah hingga kepengurusan baru, satu hal yang perlu dijaga adalah semangat kekeluargaan. Perbedaan pilihan telah menjadi bagian dari proses demokrasi; langkah berikutnya adalah membuktikan bahwa kebersamaan tetap menjadi kekuatan IKASMA 2 Padang.