KUDUS,KLIKSIAR— Pencak silat Sumatera Barat menutup laga di PON Beladiri II 2025 dengan catatan manis. Satu emas, dua perak, dan dua perunggu jadi oleh-oleh dari Djarum Arena Kudus. Dan nama yang paling bersinar Fadlan Rusli.
Turun di Kelas E Putra, Fadlan tampil garang. Lawannya, M. Wildan dari Lampung, dibuat tak berkutik. Skor akhir 6–4, 15–6, dan 28–20 jadi bukti dominasi pesilat Sumbar itu di atas gelanggang.
Sayangnya, dua finalis lainnya belum beruntung. Paula Listi di Kelas C Putri harus mengakui keunggulan Ni Gusti Rosia Pratiwi dari Jawa Tengah. Skor telak 2–11, 8–33, dan 10–41 membuat Paula harus puas dengan medali perak.
Muhammad Farid di Kelas A Putra juga gagal menyumbang emas. Bertarung ketat lawan Mujadidi Faizha Adhim dari Jawa Timur, Farid kalah dengan skor 1–10, 4–12, dan 6–13.
Sebelumnya, dua perunggu sudah diamankan lewat aksi Rheydho Shabilillah (Kelas D Putra) dan Zahra Fadli (Kelas D Putri). Total: lima medali, dan satu emas jadi penutup yang manis.
Pertandingan final disaksikan langsung oleh Staf Khusus KONI Sumbar, Syahrial Bakhtiar, bersama jajaran pelatih dan ofisial. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
“Anak-anak sudah tampil luar biasa. Ini jadi motivasi untuk kita semua agar ke depan bisa lebih baik,” ujar Hamdanus.
Ketua Kontingen Pencak Silat Sumbar, Nurul Ikhsan, juga angkat topi untuk perjuangan para atlet.
“Fadlan luar biasa. Semua pesilat sudah menunjukkan semangat juang tinggi. Kami akan terus berbenah,” kata Nurul, yang juga Dekan FIK UNP.
Dengan hasil ini, pencak silat ikut memperkuat posisi Sumbar di klasemen akhir PON Beladiri II 2025. Satu emas, tapi penuh makna. (***)







