Idul Fitri Lebih Awal, Jamaah Naqsyabandiyah Gelar Shalat Ied di Tarantang Baringin dan Koto Lalang

oleh -258 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR – Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di kawasan Tarantang-Baringin dan Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah lebih awal, Rabu (18/3).

Pelaksanaan Shalat Ied berlangsung khidmat di Masjid Nurul Wujud Tarantang Baringin dan Masjid Raya Baiturrahim Koto Lalang. Jamaah telah menunaikan puasa Ramadhan selama 30 hari penuh, yang dimulai lebih awal sesuai perhitungan tarekat.

Sejak pagi, masyarakat sudah memenuhi masjid dan mushalla. Seorang tokoh jamaah menegaskan, penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri dilakukan berdasarkan metode hisab yang menjadi pedoman Naqsyabandiyah.

“Perbedaan ini bagian dari dinamika umat Islam. Kami tetap menghormati keputusan pemerintah maupun ormas lain. Semangat persaudaraan tetap terjaga,” ujarnya.

Tarekat Besar dalam Tasawuf

Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi besar yang dinisbatkan kepada Bahauddin Naqshband (1318–1389 M) dari Bukhara, Asia Tengah. Ajarannya menekankan kedisiplinan syariat dan pembinaan spiritual melalui dzikir, khususnya dzikir khafi (dzikir dalam hati).

Dalam silsilahnya, tarekat ini tersambung kepada Nabi Muhammad SAW melalui sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq. Di Nusantara, Naqsyabandiyah telah berkembang sejak berabad-abad lalu, termasuk di Sumatera Barat, melalui jaringan ulama, surau, dan pengajian tasawuf.

Tradisi yang Terus Hidup

Keberadaan jamaah Naqsyabandiyah di Tarantang Baringin dan Koto Lalang menjadi bukti bahwa tradisi tasawuf masih hidup hingga kini. Bagi jamaah, Idul Fitri bukan sekadar penanda berakhirnya Ramadhan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai spiritual yang diwariskan turun-temurun.

(JF)