PADANG,KLIKSIAR— Di tengah masa tanggap darurat pascabanjir bandang yang melanda Kota Padang, ketersediaan air bersih menjadi persoalan serius bagi masyarakat, baik yang terdampak langsung maupun tidak.
Pantauan Singgalang di lapangan, distribusi air bersih telah dilakukan oleh PDAM Kota Padang melalui 10 unit truk tangki yang menyasar seluruh wilayah kota. Dari jumlah tersebut, lima unit merupakan bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang. Sementara itu, aliran air PDAM diperkirakan baru akan normal kembali pada Senin atau Selasa mendatang.
Di tengah keterbatasan air bersih, sejumlah depot air minum isi ulang di Padang masih tetap beroperasi melayani kebutuhan masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub.
“Di Padang terdapat sekitar 992 depot air minum isi ulang. Dari hasil evaluasi, sekitar 70 persen di antaranya perlu peningkatan dari sisi higienitas. Dalam situasi bencana seperti sekarang, tentu menjadi pertanyaan besar dari mana masyarakat bisa mendapatkan air bersih yang layak konsumsi,” ujar Osman kepada Singgalang, Sabtu (29/11).
Ia menegaskan pentingnya langkah cepat dari Dinas Kesehatan Kota Padang untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap seluruh depot air minum isi ulang. Hal ini guna mencegah potensi munculnya penyakit seperti diare, muntaber, dan gangguan kesehatan lainnya.
“Jangan sampai di tengah bencana, masyarakat justru menghadapi masalah baru akibat konsumsi air yang tidak higienis,” tegas politisi senior berusia 66 tahun itu.
Osman mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang agar pemeriksaan terhadap depot-depot air dimulai pada Senin mendatang. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menjaga kesehatan, salah satunya dengan merebus air isi ulang sebelum dikonsumsi.
Sementara itu, hasil koordinasi antara pimpinan DPRD dan Direktur Utama PDAM Kota Padang menyebutkan, dibutuhkan anggaran sebesar Rp32 hingga Rp35 miliar untuk memperbaiki kerusakan pada intake dan jaringan distribusi air bersih yang terdampak bencana. (Adh)






