Padang Harmoni Festival 2026 Ditutup, Maigus: Keberagaman Jadi Kekuatan Kota Padang

oleh -128 Dilihat
oleh

PADANG — Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi menutup Padang Harmoni Festival 2026 yang berlangsung semarak di bawah Jembatan Siti Nurbaya, kawasan Kota Tua, Senin (10/8/2026) malam.

 

Festival yang digelar untuk pertama kalinya ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Mengusung tema “Urang Padang Jalan Barampek”, Padang Harmoni Festival menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya dari sejumlah etnis yang hidup berdampingan di Kota Padang, khususnya Minangkabau, Nias, Tionghoa, dan India.

 

Turut hadir pada malam penutupan tersebut Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache, unsur Forkopimda Kota Padang, Ketua Forum Pembauran Kota Padang Suardi Z. Datuk Garang, perwakilan lintas etnis, serta sejumlah kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

 

Maigus Nasir mengatakan, Padang Harmoni Festival menjadi momentum penting untuk menegaskan karakter Kota Padang sebagai kota yang majemuk, harmonis, toleran, serta menjunjung tinggi kerukunan antaretnis dan umat beragama.

 

“Melalui Padang Harmoni Festival, kita menyaksikan keberagaman etnis dan budaya dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan,” ujar Maigus.

 

Ia mengapresiasi Badan Kesbangpol Kota Padang bersama perkumpulan etnis Nias, Tionghoa, dan India yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan pelaksanaan festival tersebut.

 

Menurutnya, keberagaman etnis dan budaya bukan sekadar bagian dari identitas Kota Padang, tetapi juga merupakan kekuatan penting dalam mendukung pembangunan daerah.

 

“Kami mengapresiasi kolaborasi yang tercipta dalam festival ini. Keberagaman etnis dan budaya merupakan kekuatan penting dalam mendukung pembangunan Kota Padang menuju kota gastronomi dunia,” katanya.

 

Maigus menambahkan, Kota Padang sejak dahulu telah menjadi ruang bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan budaya. Kehidupan masyarakat yang beragam tersebut telah tumbuh dan menjadi bagian dari sejarah panjang Kota Padang.

 

Hal itu, lanjutnya, juga tercermin dari keberadaan kawasan Kota Tua yang sejak masa lalu menjadi tempat berkumpulnya berbagai etnis sekaligus salah satu pusat perdagangan.

 

“Banyak sejarah yang telah terukir di sini sejak zaman penjajahan. Kota Tua dahulu menjadi tempat berkumpulnya berbagai etnis yang hidup berdampingan, sekaligus pusat perdagangan pada masanya,” tutur Maigus.

 

Ia berharap semangat kebersamaan yang ditampilkan melalui Padang Harmoni Festival dapat terus dipelihara dan menjadi modal sosial dalam mewujudkan pembangunan Kota Padang yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing.

 

Penutupan festival berlangsung meriah dengan nuansa kebersamaan lintas etnis, sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian Padang Harmoni Festival 2026 sebagai bagian dari perayaan HJK Padang ke-357.