Pariaman Terancam Kehilangan Atlet di Porprov XVI

oleh -65 Dilihat
oleh

PARIAMAN,KLIKSIAR-– Kota Pariaman terancam kehilangan sejumlah atlet berprestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 yang dijadwalkan Juni–Juli mendatang. Hingga kini belum ada kepastian sikap Pemerintah Kota maupun KONI Pariaman terkait keikutsertaan, membuat para atlet potensial menyatakan siap membela daerah lain demi tetap berkompetisi.

Kebijakan KONI Sumbar membuka peluang bagi atlet ber-KTP Sumbar untuk turun membela daerah lain jika daerah asalnya tidak ikut Porprov. “Selagi ber-KTP Sumatera Barat, silakan turun di Porprov. Jika daerahnya tidak ikut, boleh membela daerah lain. Kasihan atlet kehilangan kesempatan gara-gara pemerintahan daerah dan KONI-nya tidak respons,” ujar Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, saat pembukaan Tes Kemampuan Calon Atlet Binaan Pelatda Sumbar 2026 di Padang, Rabu (14/1).

Salah satu yang terdampak adalah atlet teqball asal Pariaman, Zikrha Dwi Putri, peraih medali perak SEA Games 2025. Ia mengaku kecewa jika Porprov gagal digelar atau daerah asalnya memilih tidak ambil bagian. Menurutnya, Porprov bukan sekadar ajang daerah, melainkan ruang penting menjaga jam terbang dan menunjukkan hasil pembinaan.

Ancaman eksodus juga datang dari cabang sepatu roda. Atlet Pariaman seperti Salsabila Ghina Fitri (emas BK PON Aceh–Sumut), Hana Fatihatul Aulia, Dafa Muhammad Alfauzen, dan Dimmy Nobel Alhamdi (peraih medali perak dan perunggu) dikabarkan siap membela daerah lain.

Ketua Harian Perserosi Sumbar, Arfan Rosyda, menegaskan persoalan ini sudah sering dibicarakan atlet dan orang tua mereka. “Bukan hanya dari Pariaman. Atlet sepatu roda dari daerah lain juga menyampaikan hal serupa. Jika daerahnya tidak ikut Porprov, mereka akan memilih membela daerah lain. Ini murni demi karier atlet, bukan soal loyalitas,” ujarnya, Sabtu (17/1).

Porprov disebut sebagai ajang krusial bagi atlet daerah untuk mengukur kemampuan, menjaga kontinuitas prestasi, serta menjadi jembatan menuju kompetisi nasional. Ketidakpastian keikutsertaan daerah justru menempatkan atlet pada posisi paling dirugikan.

Situasi ini dinilai sebagai dampak vakumnya Porprov Sumbar selama delapan tahun terakhir yang memutus mata rantai pembinaan dan mengganggu regenerasi atlet. Hingga berita ini diturunkan, Pemko maupun KONI Pariaman belum memberi pernyataan resmi terkait kepastian ikut serta pada Porprov XVI Sumbar 2026.  (***)