Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi, Investasi Capai USD45 Miliar

oleh -539 Dilihat
oleh

Jakarta,Kliksiar– Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka, Jumat 23 Mei 2025, bersama jajaran menteri dan satuan tugas hilirisasi. Pertemuan ini membahas percepatan proyek hilirisasi nasional yang mencakup berbagai sektor strategis, termasuk nikel, bauksit, refinery, storage, perikanan, pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

Dalam rapat tersebut, Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa proyek hilirisasi ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo dan akan segera memasuki tahap realisasi fisik.

Total investasi dalam proyek hilirisasi ini mencapai hampir USD45 miliar dan groundbreaking akan dimulai pada Juni mendatang, ujar Bahlil.

Selain itu, proyek pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik juga menjadi sorotan dalam rapat tersebut. Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat industri baterai nasional, sebagai bagian dari transisi energi menuju kemandirian industri Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pengembangan industri baterai tidak hanya mencakup kendaraan roda empat, tetapi juga menyasar kendaraan roda dua.

Kami melihat potensi besar dalam industri baterai untuk motor listrik. Saat ini, ada sekitar 140 juta unit sepeda motor di Indonesia, dan ini bisa menjadi salah satu upaya mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, kata Agus Gumiwang.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menambahkan bahwa hilirisasi di sektor perikanan juga menjadi prioritas, termasuk dalam pengolahan garam dan rumput laut.

Kami terus mendorong pengembangan sektor perikanan agar lebih efisien dan bernilai tambah melalui hilirisasi yang berkelanjutan, ujarnya.

Pemerintah juga memastikan bahwa proyek ini tetap dalam kendali negara sesuai arahan Presiden Prabowo.

Arahan Presiden sangat jelas, proyek ini harus tetap dalam kendali negara. Ini adalah proyek merah putih yang kita pastikan bermanfaat bagi rakyat Indonesia, ujar Kepala Pelaksana Bidang Operasional Danantara Dony Oskaria.

Dengan langkah besar ini, Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam rantai industri global, sekaligus memastikan bahwa hilirisasi berjalan sesuai dengan kepentingan nasional.

(***)