Satu Rumah dan Motor Ludes, Damkar Padang: Stop Bakar Sampah Sembarangan!

oleh -506 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR— Hanya karena api kecil dari pembakaran sampah, satu rumah dan satu unit motor di Jalan Azizi I nomor 12, Kelurahan Andalas, Padang Timur, hangus dilalap si jago merah. Jumat siang, (22/8), jadi hari yang tak akan dilupakan pemilik rumah, Zulhendri (51).

Saat api mulai membesar, Zulhendri sedang salat Jumat di masjid. Sementara api yang ditinggalkan di halaman rumahnya menjalar cepat, menyambar motor, sofa, dan akhirnya melahap seluruh bangunan. Warga bernama Ikbal (48) yang pertama kali melihat kobaran api langsung menghubungi Damkar Padang.

Laporan masuk pukul 12.31 WIB. Hanya satu menit kemudian, armada Damkar meluncur ke lokasi. Tiba pukul 12.36 WIB, petugas langsung berjibaku memadamkan api. Butuh waktu 37 menit hingga api benar-benar jinak pukul 13.13 WIB.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Padang, Budi Payan, menyebut rumah tersebut dalam keadaan kosong. Penyewa baru saja pindah empat hari sebelumnya.

“Pemilik rumah datang bersih-bersih, lalu bakar sampah. Karena cuaca panas dan angin kencang, api menjalar ke rumah. Motor dan sofa ikut terbakar,” jelas Budi.

Meski kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta, Budi bersyukur api tak merembet ke enam rumah lain yang berhimpitan. Padatnya pemukiman dan sempitnya akses jalan membuat proses pemadaman penuh tantangan.

“Beruntung tim bergerak cepat, dibantu warga. Potensi kerugian bisa tembus Rp1 miliar kalau api tak segera ditangani,” ujarnya usai meninjau lokasi bersama Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir.

Sebanyak 7 unit armada dan 70 personel dikerahkan. BPBD, PLN, camat, lurah, dan relawan ikut turun tangan.

Budi tak berhenti di laporan. Ia mengeluarkan peringatan keras kepada warga Padang: jangan bakar sampah sembarangan, apalagi di musim kemarau.

“Jangan tinggalkan api menyala lalu pergi. Itu sangat berbahaya. Keselamatan harus jadi prioritas. Api sekecil apapun bisa jadi bencana,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa rumah-rumah kayu di musim panas sangat rentan terbakar. Asap dari pembakaran sampah bisa menyebar ke mana-mana, memicu kebakaran baru.

“Kalau mau pergi, cek dulu api dan listrik. Jangan anggap remeh. Jangan sampai hobi bakar sampah berubah jadi tragedi,” pungkas Budi. (***)