Solid! 700-an Ratusan Karateka Lemkari Latihan Bareng di Padang

oleh -38 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR — Suasana berbeda terlihat di pelataran Gedung Kebudayaan Sumatera Barat (Sumbar) Minggu (23/8/2026) pagi. Sekitar 700-an karateka memadati ikonik Sumbar.

Mereka adalah peserta Latihan Gabungan Lemkari Karate-Do se-Sumatera Barat dari berbagai tingkatan, mulai dari sabuk putih hingga sabuk hitam. Meski cuaca mendung dan lantai sedikit basah, semangat mereka tidak surut.

Latgab Lemkari Karate-Do Indonesia Sumbar yang dikomando langsung Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Lemkari Sumbar, Agusmardi, BAc, DAN IV, diawali gerakan pemanasan dan peregangan oleh Sensei Yatimen, DAN IV. Gerakan dilakukan secara kompak dan serentak, mulai dari kuda-kuda, pukulan, hingga teknik pernapasan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan Lemkari Sumbar untuk menjaga kekompakan, meningkatkan teknik, dan menanamkan nilai-nilai disiplin karate kepada seluruh anggotanya, turut hadir juga memberikan pelatihan, anggota dewan guru PB Lemkari, S Sihan Firdaus Ilyas (Ketua), Prof M Giatman,Letkol Arie Marzuki.

Di sela-sela kegiatan, para pelatih dan senior, seperti, Kandris Asrin, Ramli Malik, Budi Erwanto, Ir, Yozawardi, Yunaldi, Al ,(KMSH Kota Padang) dan lainya juga terlihat memberikan arahan dan berswa foto bersama, menandakan solidnya keluarga besar Lemkari Sumatera Barat.

Dengan memanfaatkan aset daerah seperti Gedung Kebudayaan Sumbar sebagai pusat kegiatan, Lemkari berharap olahraga karate semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi wadah positif bagi generasi muda.

Ketua Lemkari Sumatera Barat, Nanda Satria, SIp, DAN IV pada sambutan pembukaan Latgab tersebut menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme para karateka.

“Kami sangat berbangga kohai Lemkari semua hadir hari ini di Kota Padang, dimana selain Latgab sebagai pembinaan fisik juga menyampaikan berbagai informasi.” ujar Nanda Satria di hadapan ratusan peserta.

Nanda menjelaskan, pemilihan Gedung Kebudayaan sebagai lokasi latihan gabungan ini telah melalui pertimbangan bersama jajaran senior dan pengurus. Selain lokasinya yang representatif dan ikonik, gedung tersebut merupakan aset daerah yang harus dimanfaatkan untuk kegiatan positif dan pembinaan generasi muda.

“Latgab ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengasah teknik dan fisik, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi antar dojo Lemkari se-Sumbar serta menanamkan nilai-nilai disiplin, kebersamaan, dan budaya karate. Kita hari ini memilih area yaitu Gedung Kebudayaan Sumatera Barat. Ini tempat yang sangat luar biasa,” jelasnya.

Menurutnya, Gedung Kebudayaan yang merupakan salah satu aset bangsa tersebut harus dimanfaatkan untuk kegiatan positif masyarakat.

“Semoga budaya disiplin dari karate dan nilai-nilai yang ada di karate menjadi budaya bagi anak-anak muda kita ke depan. Semoga menjadi atensi bagi masyarakat serta gedung kebudayaan ini bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan bagi masyarakat,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan aset-aset milik negara untuk kegiatan yang membangun semangat kebersamaan.

“Mari kita pergunakan aset-aset bangsa kita untuk kegiatan masyarakat kita supaya lebih semangat ke depannya dan semakin Sumatera Barat jaya,” tutupnya.

Sebelumny Ketua Panitia Pelaksana, Repelita SE, DAN IV memberikan laporan menyampaikan jumlah peserta yang hadir pada kegiatan kali ini berasal dari berbagai kabupaten/kota se-Sumbar. Latgab selain menyamakan teknik, dan mempererat silaturahmi antar Dojo Lemkari se-Sumatera Barat juga untuk meningkatkan soliditas.

Latgab berlangsung khidmat dan penuh semangat meskipun cuaca mendung di Medan Nan Bapaneh Lantai IV Kantor Dinas Kebudayaan Sumbar dan lantai pelataran terlihat basah, semangat para karateka tidak surut. Gerakan kuda-kuda, pukulan, dan tangkisan dilakukan secara kompak dan serentak dengan latar pemandangan laut dan tulisan ikonik Sumatera Barat. (Agusmardi)