JAKARTA,KLIKSIAR — Sebanyak 109 peserta dari berbagai kalangan mengikuti Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (Taplai) Lemhannas RI yang berlangsung pada 23–28 September 2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan nasional dan tanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Alhamdulillah kami menyelesaikan seluruh rangkaian program Lemhannas RI memberikan penguatan terhadap kecintaan dan tanggung jawabnya terhadap Indonesia,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Kevin Prayoga di Jakarta,Selasa.
Ia mengatakan program ini diikuti oleh 109 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang profesi dan elemen masyarakat, di antaranya TNI, Polri, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur profesional lainnya.
Selama mengikuti program, para peserta mendapatkan berbagai materi dan pembekalan yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan, geopolitik, ketahanan nasional, nilai-nilai Pancasila, serta tantangan strategis yang dihadapi Indonesia.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan outbound dan simulasi kebangsaan yang dilaksanakan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP), Sentul, Bogor.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong peserta untuk mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan melalui kerja sama, kepemimpinan, dan penyelesaian persoalan secara kolektif.
Ia menambahkan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI membuat kecintaan kita kepada negara ini semakin tumbuh kuat dan mengakar.
“Semoga ke depannya setiap alumni dari program ini benar-benar mampu memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia di masa yang akan datang,” kata dia.
Menurut dia pemahaman mengenai kebangsaan tidak cukup berhenti pada pengetahuan dan ruang kelas.
Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan kontribusi sesuai dengan bidang pengabdian masing-masing.
Ia juga berharap para peserta yang telah mengikuti program tersebut dapat membawa semangat kebangsaan ke lingkungan kerja, organisasi, dan masyarakat.
“Kami datang dari latar belakang yang berbeda, tetapi dipertemukan oleh satu kesadaran bahwa Indonesia adalah rumah bersama. Karena itu, ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan selama program ini harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pengabdian dan kontribusi nyata,” tambahnya.
Dirinya berharap men dengan selesainya Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan tersebut dapat terus membawa perspektif kebangsaan dalam kiprahnya di Pelajar Islam Indonesia (PII).
“Khususnya dalam membangun generasi pelajar yang memiliki wawasan keislaman, kebangsaan, dan kepemimpinan,” kata dia. (*)








