Ketua LPJK Diplomasi Kolaborasi Riset ke Sun Yat-sen University China

oleh -13 Dilihat
oleh

CHINA,KLIKSIAR — Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia, Insannul Kamil, melakukan kunjungan ke Sun Yat-sen University (SYSU), China, Kamis (24/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari exchange meeting sekaligus pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan teknologi terkini di bidang engineering.

Dalam kunjungan itu, Insannul Kamil yang juga dosen senior Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand), berkesempatan melihat langsung berbagai fasilitas, peralatan, serta aktivitas riset di sejumlah laboratorium SYSU.

Sejumlah teknologi maju yang tengah dikembangkan perguruan tinggi tersebut turut menjadi perhatian, termasuk pemanfaatan inovasi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam mendukung bidang engineering. Salah satunya Automatic Road Analyzer serta sejumlah aplikasi teknologi lainnya.

Bersama profesor dan akademisi SYSU, khususnya dari bidang engineering, Insannul Kamil juga berdiskusi mengenai tren perkembangan riset serta penerapan teknologi terbaru yang berkembang di China.

Menurut Insannul Kamil, pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara perguruan tinggi Indonesia dan China penting terus diperkuat. Terutama dalam pengembangan dan penerapan teknologi maju untuk mendukung sektor konstruksi, infrastruktur dan pembangunan kota pintar atau smart city.

Ia berharap kerja sama riset antara perguruan tinggi di kedua negara tidak hanya sebatas pertukaran pengetahuan, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi konkret dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan di lapangan.

“Diskusi yang dilakukan berkembang menjadi ruang saling berbagi pengalaman riset di China dan Indonesia. Sekaligus membuka kesempatan terhadap pemanfaatan teknologi maju untuk mendukung pengembangan konstruksi dan infrastruktur di masa depan,” ujar Insannul Kamil.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Kerja Sama Pengembangan SDM Profesi Teknik dan Industri itu mengatakan, kolaborasi tersebut juga dapat diarahkan pada pengembangan standar-standar baru di bidang engineering, khususnya konstruksi dan infrastruktur.

Untuk itu, Insannul Kamil mengajak para profesor dan akademisi SYSU membuka ruang kerja sama riset bersama antara perguruan tinggi China dan Indonesia.

Kolaborasi tersebut, katanya, juga dapat melibatkan badan sertifikasi, KADIN Indonesia, pusat pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), asosiasi profesi serta badan usaha di Indonesia.

Insannul Kamil yang juga Ketua Badan Keahlian Mesin, Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII), menilai sinergi lintas lembaga dan negara diperlukan untuk mempercepat penguasaan teknologi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang engineering.

Ajakan LPJK Indonesia tersebut mendapat sambutan baik dari pihak Sun Yat-sen University. Pertemuan itu pun membuka peluang bagi terjalinnya kerja sama lebih lanjut dalam bidang riset, pengembangan teknologi dan standardisasi engineering antara Indonesia dan China. (*)