Rendang Massal di HUT Bhayangkara, Ketua DPRD Sumbar Dorong UMKM dan Kesejahteraan Warga

oleh -768 Dilihat
oleh

PADANG,kliksiar– Perayaan Hari Bhayangkara ke-79 yang digelar di halaman Kantor Polda Sumatera Barat, Minggu (22/6), menjadi panggung bagi kolaborasi besar antara kepolisian dan masyarakat. Salah satu sorotannya adalah aksi masak rendang massal seberat satu ton, yang ditujukan untuk mencatatkan rekor MURI dan mendorong kebangkitan UMKM daerah.

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mengapresiasi penuh inisiatif Polda Sumbar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tak hanya mengangkat kembali warisan kuliner Minangkabau ke pentas nasional, tapi juga menjadi bentuk nyata pemberdayaan ekonomi rakyat.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk para Bhayangkari dan seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam kegiatan ini. Masak rendang dalam skala besar lalu membagikannya ke masyarakat adalah simbol kehangatan dan kepedulian sosial yang patut diapresiasi,” ujar Muhidi.

Ia juga mendorong agar rendang, sebagai ikon gastronomi Sumatera Barat, terus dikembangkan menjadi produk unggulan UMKM yang mampu bersaing secara global. “Dengan kualitas dan nilai budaya yang dimilikinya, rendang memiliki potensi besar sebagai lokomotif ekonomi berbasis kearifan lokal,” tambahnya.

Muhidi berharap momen ini menjadi penguat sinergi antara Polri dan warga, yang menurutnya merupakan fondasi penting dalam menjaga keamanan dan keharmonisan sosial di Sumatera Barat.

Pada kesempatan tersebut, ia bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menyapa langsung para pelaku kegiatan di setiap booth Bhayangkari, sekaligus mencicipi hasil masakan rendang yang disajikan. Tercatat, sebanyak 10 ribu porsi rendang dibagikan gratis kepada warga yang hadir.

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menuturkan bahwa perayaan tahun ini dikemas secara unik dan menyentuh: 1.000 Bhayangkari dari jajaran Polda Sumbar turun langsung memasak rendang di dapur terbuka. Targetnya bukan hanya satu, tapi dua rekor MURI sekaligus.

“Rendang bukan sekadar makanan ini adalah lambang identitas dan kebanggaan masyarakat Minangkabau. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kedekatan yang lebih hangat antara polisi dan masyarakat sekaligus mempromosikan kekayaan kuliner daerah,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pendekatan berbasis budaya seperti ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membangun hubungan yang lebih humanis dan mendukung pertumbuhan UMKM lokal. (***)