Padang,Kliksiar—Padang bergeliat. Kemacetan yang sudah menjadi “langganan” warga di Jalan Perintis Kemerdekaan kini mulai menemukan titik terang. Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengambil langkah tegas: merelokasi pedagang kaki lima ke lokasi baru Jalan Suliki, tepat di antara Fekon Lama dan Kantor KPPN.
Setiap sore hingga larut malam, Jalan Perintis Kemerdekaan berubah jadi lautan kendaraan dan lapak-lapak kuliner dadakan. Trotoar hilang ditelan tenda-tenda, pembeli berhenti sembarangan, dan warga mengeluh tiada akhir. “Allahurabbi,” kata mereka, menggambarkan kemacetan yang tak kunjung usai.
Namun, Fadly tak hanya melarang. Ia memberi solusi. “Kita jadikan Jalan Suliki sebagai sektor kuliner baru,” ujarnya lantang (29/6). Tujuannya jelas: kota tetap hidup, UMKM naik kelas, dan warga bisa bernapas lebih lega.
Sebanyak 37 pedagang setuju pindah. Camat Padang Timur, Diko Eka Putra, memastikan mereka mulai berjualan sejak Selasa lalu. Meski belum semuanya, geliat baru sudah terasa.
Drainase pun diperbaiki. Dinas PUPR bergerak cepat. Sepanjang 150 meter saluran air dibersihkan, sedimen dikuras, supaya air tak lagi bau dan got tak mampet. Kepala DPUPR, Tri Hadiyanto, memastikan pengerjaan rampung dalam sepekan.
Tak hanya soal tempat, Wali Kota juga mengingatkan pedagang soal limbah. Tidak ada lagi buangan minyak ke got tanpa disaring. Kota sehat dimulai dari dapur bersih.
Langkah ini disambut warga. Ryan, warga Adabiah, lega mendengar relokasi. “Dulu saya terpaksa mutar jauh karena macet. Sekarang mudah-mudahan lancar.”
Wati, ibu satu anak asal Alai, juga senang. “Dulu makan sambil was-was, takut motor kesenggol. Sekarang bisa nyaman di Jalan Suliki.”
Jalan Suliki bukan hanya tempat baru. Ia jadi simbol perubahan. Di tangan Fadly Amran, Padang bukan sekadar indah, tapi juga “rancak” dalam arti sesungguhnya. (***)










