Bimbingan Teknis Bersama BPBD Kota Padang Rampung, Perkuat Lapas Padang dalam Kesiapsiagaan Bencana

oleh -102 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR, — Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kebencanaan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang resmi rampung dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami.

Dalam kegiatan tersebut, Lapas Padang mengirimkan petugas untuk mengikuti seluruh rangkaian materi dan praktik lapangan. Bimbingan teknis tidak hanya berisi pemaparan teori terkait mitigasi dan manajemen risiko bencana, tetapi juga dilengkapi dengan simulasi evakuasi tsunami.

Simulasi dilaksanakan dari lokasi kegiatan di Hotel Padang menuju titik zona aman tsunami di depan SPBU Sawahan. Para peserta mengikuti skenario evakuasi sesuai prosedur standar, mulai dari respons awal peringatan dini hingga proses menuju area aman dalam waktu yang telah ditentukan. Kegiatan ini bertujuan membentuk refleks cepat, koordinasi tim yang solid, serta pemahaman jalur evakuasi yang tepat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Padang, Deni Harzandy, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur instansi dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Ia menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab BPBD, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

“Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap setiap instansi, termasuk Lapas Padang, memiliki personel yang terlatih dan mampu menjadi penggerak kesiapsiagaan di lingkungan kerjanya. Simulasi evakuasi ini penting agar ketika terjadi bencana sesungguhnya, tidak ada kepanikan dan semua sudah memahami peran masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Padang, Yandri Pramana Putra, SH., MH., yang mewakili Kalapas Padang menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama BPBD Kota Padang. Menurutnya, pembekalan ini sangat penting mengingat Lapas Padang berada di wilayah rawan gempa dan tsunami.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Tiga petugas yang mengikuti bimtek akan menjadi ujung tombak dalam menyosialisasikan dan mengimplementasikan pengetahuan kebencanaan di lingkungan Lapas Padang. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem kesiapsiagaan demi keselamatan seluruh petugas dan warga binaan,” ungkapnya.

Dengan selesainya kegiatan bimbingan teknis pada Sabtu, 14 Februari 2026 ini, diharapkan koordinasi antara Lapas Padang dan BPBD Kota Padang semakin solid serta mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang tangguh dan responsif terhadap potensi bencana.(adh)