BP BUMN Gandeng KPK Kawal Proyek Hilirisasi, Dony Oskaria Perketat Tata Kelola dan LHKPN

oleh -13 Dilihat
oleh

JAKARTA, KLIKSIAR – Badan Pengelola (BP) BUMN memperkuat kolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membangun sistem pencegahan korupsi yang lebih terintegrasi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penguatan sinergi tersebut disampaikan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, usai rapat bersama KPK di Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).

Dony mengatakan pendampingan KPK dilakukan sejak tahap awal proyek agar seluruh proses hilirisasi berjalan transparan dan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

“Banyak proyek hilirisasi yang sedang kita kerjakan. Tentu saja kita ingin pengerjaannya dilakukan secara baik dan transparan, karena ini adalah harapan masyarakat. Karena itu, kita meminta pendampingan dari awal agar seluruh proses dapat dimitigasi dan tidak menjadi risiko ke depan,” ujar Dony.

Menurutnya, seluruh grup dan tim yang terlibat dalam proyek hilirisasi juga akan memperoleh pelatihan pencegahan korupsi untuk meminimalkan risiko penyimpangan.

“Bagaimanapun, kita tidak ingin investasi yang besar nantinya tidak menghasilkan hasil yang maksimal. Karena itu, setiap grup dan setiap tim yang terlibat dalam proyek hilirisasi akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan pencegahan, sehingga seluruh proses dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Dony menilai penguatan sistem pengawasan menjadi penting mengingat besarnya investasi yang dialokasikan pemerintah dalam berbagai proyek strategis nasional. Dengan pendampingan sejak awal, potensi penyimpangan diharapkan dapat dicegah sebelum menimbulkan kerugian negara.

Selain pengawasan proyek, BP BUMN juga memperketat kepatuhan penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) bagi seluruh pejabat yang memiliki kewajiban melapor.

“Saya akan mengontrol sendiri ketaatan terhadap penyampaian LHKPN, dan kita lakukan itu tepat waktu karena tidak ada toleransi. Semua yang memiliki kewajiban harus melaporkan. Saya juga berharap seluruh BUMN, setelah transformasi, memiliki koridor yang jelas agar tidak terjadi potensi korupsi di masa yang akan datang,” tegas Dony.

Melalui kolaborasi dengan KPK, BP BUMN menargetkan transformasi BUMN tidak hanya meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memperkuat budaya integritas dan tata kelola perusahaan yang bersih. Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan proyek-proyek hilirisasi berjalan transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat. (***)