Target Garam Nasional 5 Juta Ton, Proyek K-SIGN di NTT Jadi Andalan

oleh -68 Dilihat
oleh

‎‎NTT,KLIKSIAR – Pemerintah terus mengakselerasi program swasembada garam nasional. Proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) yang digarap PT Nindya Karya (Persero) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi pionir dalam upaya strategis mengurangi ketergantungan impor dan memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mencapai 5 juta ton per tahun.

‎Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek tambak garam perdana yang digarap BUMN Karya tersebut. Dalam kunjungannya, Wapres didampingi oleh jajaran Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP A. Koswara, Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah, serta sejumlah pejabat lainnya.

‎”Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton ya. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya proyek yang ada di sini itu sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri,” tegas Wapres Gibran Jumat 22 Mei 2026.

‎Proyek yang merupakan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ini dirancang untuk menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi daerah sekaligus memperkuat industri garam nasional. Dengan kapasitas produksi yang ditargetkan mencapai ratusan ribu ton per tahun, tambak garam modern ini mengusung sistem pengelolaan terintegrasi yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas garam sekaligus efisiensi produksi.

‎Selaras dengan visi Astacita Presiden, proyek ini tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi dan mewujudkan swasembada komoditas strategis, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, baik sebagai petani garam maupun tenaga pelaksana pekerjaan.

‎PT Nindya Karya (Persero) selaku pelaksana konstruksi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah melalui pembangunan infrastruktur yang mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing industri di tanah air. (***)