PADANG,KLIKSIAR — Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan Universitas Putra Indonesia YPTK Padang untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat terdampak bencana di Kota Padang. Sebanyak 47 hewan kurban yang terdiri dari 44 ekor sapi dan 3 ekor kambing disalurkan ke berbagai wilayah di Sumatera Barat, termasuk kawasan huntara dan huntap korban bencana.
Hal tersebut disampaikan Rektor Assoc. Prof. Dr. Muhammad Ridwan, S.E., M.M. usai pelaksanaan Salat Iduladha dan khutbah di lingkungan Kampus Nusa Sentra Indonesia, Kamis (27/5).
“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, tahun ini kita memiliki 47 hewan kurban, terdiri dari 44 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Sekitar 80 persen berasal dari kurban dosen dan karyawan yang dikumpulkan secara bersama,” ujarnya.
Ia mengatakan, penyebaran hewan kurban tidak hanya terfokus di Kota Padang, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah lain di Sumatera Barat. Namun demikian, perhatian utama kampus tahun ini diarahkan kepada masyarakat yang masih terdampak bencana.
Menurutnya, sejumlah hewan kurban disalurkan ke kawasan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) yang dihuni warga korban bencana. Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap masyarakat yang hingga kini masih membutuhkan bantuan dan perhatian.
“Alhamdulillah, ada salah satu titik di kawasan Kuranji yang sudah lama tidak mendapatkan hewan kurban. Masyarakat di sana juga merupakan korban bencana dan sampai sekarang masih mengalami kesulitan, terutama kebutuhan air bersih. Karena itu, kami menyerahkan langsung dua ekor hewan kurban untuk masyarakat di lokasi tersebut,” katanya.
Suasana pelaksanaan Iduladha di Kampus Nusa Sentra Indonesia juga berlangsung penuh kekhidmatan. Ribuan jamaah dari berbagai kawasan di Kota Padang, termasuk Lubuk Begalung dan sekitarnya, tampak memadati area kampus sejak pagi hari.
Muhammad Ridwan menilai, Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum memperkuat nilai tauhid dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Iduladha mengajarkan kita tentang ketauhidan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, bagaimana manusia harus mampu menyembelih rasa cinta berlebihan terhadap dunia. Pada akhirnya, hidup ini adalah untuk beribadah kepada Allah SWT dan memberikan manfaat bagi sesama,” tuturnya.
Ia berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui ibadah kurban dapat terus tumbuh di tengah civitas akademika dan masyarakat luas, terutama dalam membantu warga yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana. (Grp)








